Kesampaian Juga Naik Boeing 737-900ER

Bogor – Hari ini aku mendapat tugas rapat di Bogor sampai hari Selasa, tapi aku berangkat ke Bogor hari Minggu dengan menggunakan pesawat Lion Air seri Boeing 737-900ER. Apa yang aku rasakan ketika pertama kali aku masuk?

Boeing 737-900ER memang beda dengan Boeing 737-400/300 maupun seri MD (yang konon seri MD rencananya tidak boleh terbang lagi oleh pemerintah). Dari segi kapasitas penumpang Boeing 737-900ER lebih banyak jika dibandingkan Boeing 737-400, kemudian tingkat kebisingan juga sangat rendah, biasanya ketika aku naik pesawat telingaku akan terasa bising dan sakit sekali, tapi untuk Boeing 737-900ER aku tidak merasakan begitu sakit dan pesawatnya tenang sekali ketika terbang.

Desainnya juga keren habis untuk Boeing 737-900ER, apa karena baru aja ya sehingga lebih bagus, tapi yang jelas kursi bisa disetting sandarannya, tidak seperti seri Boeing 737-400 yang bikin tenggeng (sakit) leher.

Kabin dan kursinya bagus ya, itu yang aku maksud sandarannya bisa digerakkan jadi tidak bikin leher tenggeng. disandaran tangan juga aku melihat ada colokan earphone tapi sayang tidak bisa digunakan, aku coba pencet-pencet kok ya gak bisa kayaknya.

6 Replies to “Kesampaian Juga Naik Boeing 737-900ER”

  1. ndesoooooo………..

    Kalau aku memang mending disebut ndeso tapi sudah nyampek mana-2, dari pada gak gentle “like u lah”.

    Salam nDeso

  2. Aku lum pernah coba, masih boeing 737 yang versi ‘tengeng’

    Konon boeing 737 900ER (Extended Range) memiliki lebih banyak 20 seat dan terbang 500 nautical miles lebih jauh dibanding yang 737 900 biasa. Model 737-900ER menggunakan mesin CFM56-7 baru yang diproduksi oleh CFMI, join venture antara General Electric Co. (U.S.) dan Snecma (France). Mesin ini memenuhi standar internasional minimalisir tingkat kebisingan so penumpangnya bisa nyaman tanpa sakit telinga.

    salam,

    lebih lanjut : http://www.boeing.com/commercial/737family/pf/pf_900ER_back.html

  3. tak kira yang tingkat itu….
    tapi kok bagus ya, ada LCD nya sgala…
    seumur” aku juga belom pernah naik yg begituan 😀

    Setahuku pesawat milik maskapai Indonesia tidak ada yang tingkat, mungkin karena tidak semua bandara Indonesia yang bisa dilandasi pesawat besar.

    Suatu saat pasti kesampaian naik pesawat, aku aja dulu naik pesawat pertama ketika habis lulus kuliah, dan akhirnya ketagihan meskipun agak ngeri ….

    ESN+

    1. ada kok, Garuda punya 3 buah Boeing 747-400 (pesawat jumbo jet dengan menggunakan double deck pertama di dunia, sekarang udah ada saingannya yaitu Airbus A380) biasanya digunakan untuk rute Jakarta-Jeddah kalo nggak Denpasar-Tokyo. sedangkan rute domestiknya biasanya Jakarta-Denpasar atau Jakarta-Surabaya meskipun jarang..

  4. kalo menurut saya seh ya, lebih enakan MD-90 untuk jarak antar kursinya… saya pertamakali naek Lion Boeing 737-900ER dulu waktu pergi dari Surabaya ke Jakarta. memang iya suaranya nggak bising, tapi jarak antara tempat duduknya itu yang nggak tahan, bener2 mentok di kaki saya (tinggi 177cm). setelah mengalami itu kalo pergi2 mending naek Airbus A319/320 Mandala, kalo kepepetnya naek Lion ya minta tempat duduk di emergency window biar bisa selonjoran..

    kalo mau naek Boeing 737 NG yang nyaman, cobain aja Boeing 737-800 punya Garuda, bener2 nyaman selama penerbangan..

    1. Wah kalau MD-90 berisik bener mas, saya pernah hampir pingsan gara-gara telinga kanan-kiri sakit sekali karena bisingnya itu. Kapan-kapan aku coba deh Boeing 737-800 punya Garuda, karena aku juga belum pernah naik Garuda he he he.

      Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *