Mutasi Kendaraan Dari Banyuwangi ke Sidoarjo Jawa Timur 2018

Pemprov Jatim kembali membuka layanan pemutihan pajak kendaraan bermotor dan gratis biaya balik nama kendarana. Layanana pemutiham pajak kendaraan tersebut mulai 24 September 2018 sampai dengan 15 Desember 201, pemutihan gratis tersebut selama 3 bulan.

Berhubung kendaraanku masih plat Banyuwangi (P) aku berkeinginan untuk melakukan mutasi pada saat ini, sebenarnya hampir setiap tahun di Jawa Timur selalu ada pemutihan pajak kendaraan bermotor. Meskipun habis pajaknya besok bulan Juni 2019 tapi setelah dihitung-hitung akhirnya aku mutasi saat ini, tidak masalah rugi 6 bulan.

Sebelumnya aku bertanya kepada teman kerja yang sudah pengalaman mutasi kendaraan, pada umumnya mereka menyarankan untuk melakukan proses mutasi sendiri karena tidak sulit dan mudah. Atas saran tersebut akhirnya aku niat bulat untuk mengurus proses mutasi mobil Jazz RS 2014 dari Banyuwangi ke Sidoarjo sesuai dengan domisiliku.

Bantuan Cek Fisik

Pertama-tama aku ke Samsat Sidoarjo untuk meminta bantuan cek fisik, disini prosesnya sekitar 2 jam an, apakah ada calo di Samsat? Saat itu aku sempat ditawani untuk membantu cek fisik dengan biaya Rp. 200.000,- tapi aku tolak, karena niatku bulat adalah melakukan proses mutasi sendiri. Bantuan cek fisik ini agak lumayan rumit bolak balik aja, pertama-tama yang disiapkan adalah KTP, STNK, Faktur Pajak dan BPKB asli untuk di foto copy, tukang foto copy udah paham tinggal bilang untuk bantuan cek fisik mutasi ke Sidoarjo dari Banyuwangi, setelah di foto copy kemudian dikasih map warna biru untuk roda 4 dan hanya bayar Rp. 2.000,- saja. Kemudian map tersebut aku bawa ke loket dan bilang ke pugas loket untuk bantuan cek fisik, nanti akan diberi kertas untuk digesek pada nomor mesin dan nomor rangka. Saat menggesek ini aku hanya mengeluarkan uang Rp. 20.000,- secara sukarela kepada mas-mas yang ada di Samsat, mereka tidak memasang tarif hanya aku memberinya Rp. 20.000,- saja. Setelah digesek hasil gesekan nomor mesin dan rangka tersebut aku masukan kedalam map biru tadi dan aku masukan ke loket cek fisik untuk distampel banyak banget, disini aku menunggu sekitar 15 menit dan setelah dipanggil proses cek fisik sudah selesai. Kata petugasnya “langsung di bawa ke Banyuwangi mas buat cabut berkas”. Total untuk cek fisik ini hanya habis Rp. 22.000,- coba tadi kalau lewat bantuan orang minta Rp. 200.000,-.

Cabut Berkas di Samsat Banyuwangi

Setelah hasil cek fisik selesai, berkasnya aku bawa ke Samsat Banyuwangi, kebetulan Samsat di Banyuwangi ada dua, di Banyuwangi Kota dan di Benculuk. Setelah bertanya-tanya ternyata berkas mobil ada di Samsat Banyuwangi Kota. Berangkat dari Malang dengan kereta api ekonomi dan sampai di Banyuwangi tengah malam, dalam perjalanan sempat melihat-lihat di Traveloka tempat penginapan yang murah, niatnya backpackeran. Akhirnya ketemu tempat menginap yang murah. Nanti dibahas tersendiri tempat menginapnya.

Pagi hari setelah sarapan aku langsung ke Samsat Banyuwangi Kota, berhubung aku tidak tahu alur proses di Samsat maka aku begitu sampai langsung ke Bagian Informasi bertanya tentang prosedure pencabutan berkas. Setelah mendapat penjelasan dari petugaa informasi aku langsung menuju loket cek fisik untuk menyerahkan hasil cek fisik di Sidoarjo. Setelah menyerahkan hasil cek fisik di minta untuk fotocopy aku tidak ingat rangkap berapa yang jelas cuma bilang ditukang fotocopy untuk cabut berkas. Biayanya kalau gak salah Rp. 5.000,-. Setelah hasil fotocopy aku serahkan hanya menunggu sekitar 10 menitan aku dipanggil dan diberi berkas tadi untuk di bawa ke Kantor Polres Banyuwangi Kota untuk mencabut berkas induk BPKB. Di Polres tersebut sekitar 1 jam akhirnya berkas induk BPKB diserahkan ke aku dan aku bawa lagi ke Samsat Banyuwangi Kota.

Setelah kembali lagi ke Samsat Banyuwangi Kota berkas aku serahkan ke bagian BPKB (kalau tidak salah), disini sekitar 20 menitan, tidak terlalu lama setelah itu aku dipanggil dan diminta ke Loket Fiskal yangbada di depan. Setelah sampai loket Fiskal aku balik lagi ke fotocopy karena ternyata ada berkas yang harus di fotocopy biaya fotocopy disini sekitar Rp. 3.000,-. Di Loket Fiskal lumayan agak lama skitar 30 menitan lebih baru aku dipanggil untuk bayar biaya cabut berkas sebesar Rp. 250.000,- di loket 1. Setelah bayar aku kembali lagi ke Loket Fiskal, setelah 15 menitan aku dipanggil lagi dan dimintai nomor HP nanti jam 1 akan dihubungi ketika berkas sudah selesai. Posisi waktu itu sekitar jam 10.00 pagi.

Tepat pukul 1 siang aku mendapat SMS bahwa berkas sudah siap, dan aku kembali lagi ke Samsat untuk ambil berkas dan pada saat ambil berkas petugasnya menyampaikan kalau ini sudah selesai dan segera di proses di Samsat Sidoarjo, wah cepet ya pikirku. Setelah berkas selesai akhirnya malam hari pukul 11 malam meluncur ke Sidoarjo dengan Kereta Api Mutiara Timur, untuk kali ini pilih yang Eksekutif hehehe.

Proses Balik Nama di Samsat Sidoarjo

Saat berangkat ke Samsat Sidoarjo aku berfikir bahwa ini akan ribet berbelit-belit, ternyata tidak terlalu. Aku melalui proses tahap demi tahap di Samsat Sidoarjo ini. Proses pertama adalah berkas dari Samsat Banyuwangi Kota tersebut dimasukan lagi ke bagian cek fisik dan jangan lupa berkas dari Samsat Banyuwangi Kota tersebut di fotocopy terlebih dahulu dan kembali ke loket cek fisik kemudian aku diberi kertas untuk cek fisik ulang, disini aku hanya keluar Rp. 10.000,- untuk biaya gesek nomor mesin dan rangka mobil. Setelah selesai berkas hasil gesek tersebut didiserahkan ke lokat cek fisik untuk mendapat stempel dan kemudian berkas tersebut diserahkan ke loket informasi untuk mendapatkan blangko yang harus diisi dan diserahkan ke loket mutasi masuk yang ada di Timur Gedung Samsat.

Pada loket mutasi masuk berkas aku serahkan kepada petugas, jangan lupa seluruh berkas dari Samsat asal dimasukan semua ke map, menunggu sekitar 30 menit kita akan dipangil untuk mendapat berkas dan didalam map tersebut telah ada tulisan spidol nomor plat kendaraan yang baru.

Setelah itu berkas aku bawa masuk ke loket pembayaran, di loket pembayaran tersebut antri sekitar 5 menitan untuk dilakukan verifikasi berkas, kemudian antri lagi untuk melakukan pembayaan. Jangan lupa membawa kartu keluarga, karenanakan ĸitanya oleh petugas apakah kendaraan kita akan kena pajak progresif apa tidak. Aku sempat lupa tidak membawa sehingga menjadinagak ribet karena petugas harus cek riwayat kendaraan yang aku punya termasuk isti punya. Setelah itu baru dipanggil di lokat untuk bayar seluruh biaya, kebetulan biaya yang harus aku keluarkan adalah Rp. 3.700.000,- setelah selesai membayar harus antri lagi ke loket untuk mengambil STNK dan plat nomor. Antrinya untuk STNK sekitar 30 menitan dan Plat nomor sekitar 10 menitan.

Seluruh proses sudah selesai sekitar jam 11.30an, sangat cepat bukan .. dan total biaya yang aku keluarkan untuk seluruh proses ini sekitar Rp. 4.500.000,- sudah termasuk transportasi dan penginapan ala backpaker iyu. Ups BPKP ngomong-ngomong jadinya bulan 5 tahun 2019. Hi …..

Ini pengalaman mutasi kendaraan dengan diurus sendiri, ternyata tidak terlalu ribet dan cepat. Terima kasih Samsat Banyuwangi Kota, Samsat Sidoarjo Kota dan semua yang telah membantu.