Menggunakan Komputer Sebagai Server

Idealnya sebuah server yang terhubung ke Internet harus punya alamat IP yang tetap agar bisa diakses secara berkesinambungan. Ini bisa diumpamakan dengan nomor telepon atau alamat rumah yang selalu tetap agar bisa menerima panggilan setiap saat.

Sayangnya koneksi Internet secara dial-up maupun DSL biasanya menerapkan alamat IP yang berubah-ubah.

Untungnya di dunia Internet kita jarang menggunakan alamat IP melainkan lebih sering menggunakan nama host dan domain. Contohnya, Anda lebih suka mengetikkan www.yahoo.com untuk mengakses server Yahoo daripada mengetikkan IP addressnya bukan?

Nah, nama host ini perlu diterjemahkan ke IP address oleh yang namanya Domain Name Server atau DNS. Beberapa layanan gratisan seperti www.dyndns.com dan www.no-ip.com membolehkan kita menggunakan DNS mereka untuk menampung IP address yang sedang digunakan saat ini dan diterjemahkan ke nama host tertentu.

Untuk bisa memberitahukan IP yang kita gunakan sekarang kepada mesin DNS tadi, kita perlu menginstall client software yang biasanya disediakan oleh layanan tersebut. Contohnya Windows client untuk no-ip.com bisa didownload di sini:
http://www.no-ip.com/downloads.php?page=win

Client software ini secara periodik akan memberitahukan IP address yang sedang kita gunakan sekarang ke mesin DNS agar dia bisa mengupdate recordnya.

Contohnya kita memilih nama miftaserver.no-ip.org dan IP yang kita gunakan saat ini adalah 128.1.2.3 , maka jika ada yg ingin mengakses miftaserver.no-ip.org otomatis akan diteruskan ke IP 128.1.2.3 . Nanti jika IP kita berubah menjadi 128.1.2.4 maka client softare akan memberitahu DNS di no-ip agar mengupdate databasenya sehingga semua permintaan akses ke miftaserver.no-ip.org akan diteruskan ke IP yang baru tersebut. Begitu seterusnya.

Jika hal2 di atas sudah dipahami dan dilakukan namun masih belum berhasil juga, coba periksa apakah:

  1. Server tersebut berada di belakang firewall atau NAT device (router)
  2. Port akses ke service yg diinginkan sudah dibuka (misal: port 23 telnet, port 25 SMTP, port 110 POP3, dst)
  3. Jika server tersebut berada di LAN dan menggunakan private IP, maka router atau firewallnya perlu diset untuk melakukan port forwarding ke private IP ybs. Contohnya jika server tadi alamat IP nya 192.168.1.5 dan running SMTP server (port 25), maka router / firewall perlu diset untuk memforward incoming call ke port 25 dari Internet ke local address 192.168.1.5. Detail caranya silakan baca manual router / firewall yang dipakai.

Oleh : Judhi Prasetyo

Source: www.pakarkomputer.com

avatar
  Subscribe  
Notify of