Malang Oh Malang

Hari ini aku akan meninggalkan Malang, sebuah kota cantik, sejuk, indah dan menawan di Jawa Timur, meski hanya 1 minggu di Malang, banyak kenangan manis–pahit yang aku dapatkan selama disini beberapa hari. Di Malang aku tinggal di rumah Bapak Yanto (Sujanto) yang beralamatkan di Jl. Mertojoyo Blok M No 9, naik LG atau GL kalau dari kantor.

Hari pertama di Malang aku mengalami kejadian yang amat sangat menjengkelkan, tapi berhubung waktu puasa, maka akupun tidak begitu jengkel. Waktu itu aku, Setyono, Tuti dan Angger membeli takjil untuk buka puasa di depan Universitas Merdeka Malang, waktu itu aku membeli 4 buah es buah untuk dibawa pulang di rumah Angger yang ada di Villa Dieng. Sesampai di rumah kami ber-4 melakukan buka bersama, kebetulan memang saat buka. Gorengan dan es buah adalah menu spesial kami ketika pertama buka di Malang. Aku pun dengan cepetan membuka es buah yang barusan dibeli dan aku tuangkan di piring yang telah disiapkan oleh Tuti, betapa terkejutnya ketika aku merasakan es buah yang aku beli ternyata ‘asin’, “Anjrit…” teriakku ketika merasakan es buah yang aku makan adalah asin dan begitu juga dengan yang lainnya.

Hari ke-2 aku berangkat ke kantor dengan naik angkot (aku lupa angkot no berapa), dan akupun harus nyasar (tersesat) karena baru pertama kali ini kami berangkat ke kantor, untung sebelum menyasar jauh Setyono menanyakan kepada sopir dan akhirnya memang menyasar jauh.

Sampai dengan hari ke-5 ini aku merasa senang tinggal di Malang, walaupun aku memiliki cerita sedih selama ada di Malang, bagaimana tidak aku harus kehilangan orang yang aku cintai selama 2 tahun lebih. Semua memang patut aku syukuri, yang jelas di rumah Bapak Yanto itulah kenangan manis yang sulit aku lupakan. Dengan adanya kejadian ini aku hanya bisa berdoa semoga aku mendapatkan yang lebih baik ke depan, amin…