Mengapa Harus Ada Sakit Hati dan Benci?

Pernahkah Anda terbayang akan sakit hati? jangan pernah membayangkan hal ini karena siapa tahu akan menjadi kenyataan, ingat membayangkan adalah bagian dari doa (nan lo…?).

Sakit hati biasanya terjadi karena adanya kehendak yang bertentangan dengan keinginan seseorang, dimana kehendak tersebut pada umumnya datang secara tidak sengaja dan tanpa terduga. Sehingga siempunya (yang menjalani) merasa kaget/terkejut sehingga terjadilah sakit hati.

Secara garis besar sakit hati ada dua golongan, yaitu (1) sakit hati temporari dan (2) sakit hati permanen. Sakit hati temporari adalah sakit hati dimana lambat laun akan hilang dengan sendirinya, sehingga lama kelamaan akan lupa dengan sendirinya — sedangkan sakit hati permanen adalah sakit hati yang akan terjadi selamanya.

Seseorang akan sakit hati tergantung pada jiwanya masing-masing, kadang ada orang yang teramat cuek sehingga sulit untuk sakit hati tapi ada juga orang yang mudah tersinggung dan mudah sakit hati.

Untuk menghindari sakit hati ada dua hal yang harus dilakukan secara bersamaan, yaitu (1) menerima apa adanya dan (2) menjadi pemaaf. Ini memang sangat sulit dilakukan tapi jurus ampuh untuk menghindari sakit hati adalah 2 hal tersebut.

Ujung sakit hati biasanya adalah benci, benci adalah rasa sebel/marah yang timbul dari dalam hati karena adanya keinginan yang berbeda dengan keinginan hatinya. Menerima dengan tulus dan iklas adalah kunci untuk menghindari sakit hati.