Tour de Kediri

Surabaya – Kemarin (23-25/11) adalah kedua kalinya aku ke Kediri, kota yang sejuk dengan angin kencang begitulah yang aku rasakan. Pada saat aku jalan-jalan ke jalan Doho yang aku rasakan adalah dingin karena angin kencang dengan begitu banyaknya pedagang pecel sepanang jalan itu, mirip penjual lesehan di Malioboro Yogyakarta.

Di Kediri aku nginap di Hotel Penataran yang ada di pusat kota. Hotel dengan fasilitas yang lumayan dan yang paling penting adalah kokinya yang aku acungi jempol karena masakannya yang enak.

Di Kediri aku menjadi anggota Tim Penilaian Rencana Tanaman dan Persiapan Tanaman di Persemaian. Lumayan juga capeknya karena setiap hari harus pulang minimal jam 8 malam dan sesampai di hotel langsung tidur.

Di Kediri aku malakukan penilaian di BKPH Trenggalek dan BKPH Pare. Di BKPH Trenggalek aku ke RPH Bendungan, wah jalanya jauh sekali, dari kota Trenggalek sekitar 1.5 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat dengan jalan makadam, pokoknya perut sampai protes.

Selama di Trenggalek ada rumah makan yang enak sekali tapi aku lupa tempatnya kalau tidak salah disekitar perbatasan antara Trenggalek dengan Tulung Angung kiri jalan kalau dari Trenggalek, wah enak tenan rasanya, tapi sayang aku lupa nama rumah makan itu?…… dijamin puas deh kalau makan disana.

Di Pare aku makan pecel wader, menu ini aku pilih karena aku belum pernah makan pecel wader, sayang ternyata bukan hanya ikan wader saja yang disajikan tapi campur dengan udang kecil-kecil dll, seharusnya kalau ikan wader aja tambah top (masukan buat rumah makan Novi yang ada di Kandangan dekat jembatan itu).