Akhir Tahun 2006 Yang Menghantui

Surabaya – Banyak orang yang senang akan menyambut datangnya tahun baru, aku melihat beberapa mall, cafe, diskotik dan beberapa tempat hiburan lainnya telah menyiapkan penyambutan tahun baru dengan wah, tapi hal itu sangat jauh dengan apa yang aku rasakan karena aku belum pernah merasakan kebahagian di tahun baru kecuali pada tahun baru 1989 yang bertepatan dengan hari khitananku, setelah itu aku tak pernah lagi merayakan dengan hati yang gembira.

Tahun baru 1999 aku hanya jalan-jalan di Jl. Solo yang kebetulan dekat dengan kosku, waktu itu aku bersama Musidi (teman SMU). Aku hanya jalan-jalan sampai ke Gramedia dan pulang lagi dan makan indomi di pojok pertigaan Demangan.

Tahun baru 2000 aku mencoba jalan-jalan ke Borobudur bersama teman-teman dekatku (Farkhan, Edi dan Farid Psikologi). Saat berangkat aku berhadap akan bahagia disana, tapi apa yang terjadi sepanjang perjalanan aku kehujanan dan ketika sampai di Borobudur tepat pukul 23.50 dan disana sangat sepi sekali, karena pada tahun itu Borobudur tidak merayakan tahun baru. Aku hanya melihat kembang api dengan ukuran sedang dan hanya satu kali setelah itu tidak ada terdengar apa-apa lagi.

Tahun baru 2001, 2002, dan 2003 hanya aku lalui di kos karena aku merasa merayakan tahun baru tidak harus dengan mengeluarkan uang banyak, maklum pada saat itu aku sedang miskin-miskinya sebagai mahasiswa di Jogja.

Tahun baru 2004 aku harus bekerja keras menyelesaikan laporan PMUMHM untuk Departemen Kehutanan bersama teman-teman PMUMHM di Hotel Jayakarta, bahwa pada malam tahun baru itu aku mengalami sedikit kecelakaan kecil di Jalan Solo karena Mas Bambang mengerem ngejut ketika membawa Kaipang di halaman parkit Soto Bangkong, so bibir dalamku mengeluarkan darah karena terbentur kaca depan Kaipang.

Tahun baru 2005 aku harus rela tetap tinggal di Jogja bersama 2 orang teman yang bekerja di PHK A2 yaitu Mas Mayong, Mas Kahar dan aku untuk mengerjakan laporan akhir tahun PHK A2 sementara teman-teman di PHK A2 dan Jurusan KSDH lainnya jalan-jalan ke Bali, ada sih rasa iri tapi apa yang harus aku perbuat karena aku mendapat mandat untuk tidak mengikuti tour akhir tahun Jurusan atas biaya PHKA A2.

Tahun 2006 aku hanya merayakan tahun baru di Kayen bersama Tata, itupun tidak sampai tengah malam karena aku harus pulang dari Kayen sebelum jam 23.00 malam. Tapi aku lumayan bahagia karena itu kali pertama aku merayakan tahun bersama orang yang aku cintai, kalau tidak salah malam itu kita masak-masak di Kayen untuk makan malam dengan menu spesial kita yaitu sambal terong dan tepe goreng.

Entah apa yang akan terjadi di tahun baru 2007 nanti, harapkan semoga semuanya baik-baik saja dan membahagiakan aku dan aku hanya bisa berdoa, karena yang paling paham untuk kedepan adalah Allah yang Maha Tahu. Rencana tahun baru nanti aku merayakan di Jogja yang jelas bersama Tata lagi. Aku berharap tahun baru ini semakin memberi arti bagiku tentunya untuk perkembanganku dan karirku kedepan.

Hari ini aku mendapat SMS dari Tuti yang isinya sebenarnya sangat membuat aku patah semangat dan malas untuk bekerja, aku ingin tidur seharian untuk melepas kegundahan hatiku agar aku bisa menganggap bahwa SMS itu hanya joke belaka.

Siapa yang paham akan perasaanku saat ini, tak ada yang tahu, mungkin Tata merasakan itu tapi aku tak ingin Tata tahu perasaanku saat ini, biarkan itu semua aku rasakan sendiri.

Hari sudah siang, tak terasa sudah pukul 11.12 tapi kegundahan hatiku masih saja membuat aku males dan lemes. Aku ingin bahagiaaaaa…….