Iseng Ke Kenjeran

Surabaya – Tanggal 1 April 2007 kemarin aku jalan-jalan ke Pantai Kenjeran Subaraya. Pantai yang aku dengar penuh dengan imej negatif. Pagi itu aku berangkat dari kos sekitar jam 09.00 pagi hanya dengan modal peta, karena aku juga tidak begitu paham akan jalan-jalan di Surabaya.

Untuk menuju ke Kenjeran ternyata tidak semudah yang aku banyangkan, aku harus nyasar beberapa kali karena jalan yang aku lihat di peta tidak sama dengan kenyataan, terutama adanya adanya jalan-jalan searah. Tapi dengan modal nekat akhirnya juga sampai di lokasi pantai Kenjeren, tepatnya di Taman Ria Kenjeran.

Setelah membeli tiket harga masuk Rp. 4.000,- aku coba untuk mengelilingi lokasi Taman Ria, dengan agak kecewa karena tidak seindah yang aku bayangkan. Aku coba jalan menelusuri jembatan yang menjorok ke pantai dengan pemandangan banyak sekali orang pacaran.

Setelah puas jalan-jalan akhirnya aku mencoba untuk makan di sekitar pantai, aku pilih warung yang bersih dan akupun memesan soto dengan teh botol, hanya untuk sekedar mengisi perutku yang sudah keroncongan karena belum terisi makanan sama sekali kecuali madu yang aku minum disetiap pagi.

Selesai makan aku coba untuk jalan ke arah Barat (menututku) sampai ke ujung Taman Ria dan disana aku coba pesan teh botol lagi hanya sebagai teman nongkrongku sambil menikmati lantunan lagu-lagu dangdut yang sedang pentas sekitar 100 m dari tempat aku duduk.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pul 2.30 dan akupun harus bergegas mencari masjid untuk segera shalat. Habis melakukan shalat akupun pulang dengan perasaan kecewa karena melihat pantai yang tidak seindah dibayangku, tapi itulah Kenjeran kebanggaan warga Surabaya, dan akupun harus menghargainya. Kenjeran oh… Kenjeran.