Pemilihan Rektor UGM

Surabaya – Barusan aku baca jawapos online tentang pemilihan rektor UGM, dimana pada saat depat terbuka dengan mahasiswa calon rektor yang terpilih tidak berani melakukan tanda tangan kontrak politik dengan mahasiswa, yang mengakibatkan mahasiswa WO dari gedung Grha Saba Pramana.

Tuntutan mahasiswa aku pikir juga realistis karena merena menuntut turunnya biaya pendidikan di UGM yang saat ini semakin tinggi, dan terlihat UGM begitu ekseklusif, dan UGM yang terkenal dengan universitas ndeso sekarang sudah tidak lagi.

Aku melihat UGM memang harus maju dan menjadi research university yang maju di Indonesia bahkan internasional, tapi ada satu hal yang dilupakan oleh UGM, bahwa SDH di UGM belum mampu untuk berubah menjadi research university.

Meski UGM telah berubah status menjadi BHMN tapi apa yang terjadi di dalam pembelajaran di kampus sama saja ketika dulu waktu aku kuliah disana dengan SPP hanya Rp. 250.000,-. Memang banyak perubahan secara fisik yang terjadi di UGM, tapi secara no-fisik (SDM, kurikulum, sistem pembelajaran) masih belum ada perubahan yang signifikan.