Batuk, Rekon dan Tetap Batuk

Surabaya – Dari hari Senin (19 Juni 2007) aku dan kawan-kawan dari Binhut Unit II mengadakan rekonsiliasi (rekon .red) bidang tanaman di Rayon I, tempat rekons di KPH Parengan. Rayon I terdiri dari KPH Bojonegoro, KPH Padangan, KPH Parengan dan KPH Tuban. Di Rayon I acara berjalan lancar meskipun acara bersamaan dengan Sosialisasi PHBM Plus yang dilakukan oleh teman-teman dari PHBM Unit II.

Acara selesai sore sekitar pukul 17.30, setelah berpamitan dengan ADM Parengan perjalanan dilanjutkan ke Madiun, sementara rombongan Ibu-ibu diantar pulang oleh sopir KPH Parengan ke Surabaya.

Perjalanan menuju Madiun melalui Jl. Dandes, perjalanan lumayan melelahkan karena stamina sudah menurun dan jalan yang belok-belok karena harus melewati hutan jadi antara Bojonegoro – Nganjuk. Disepanjang perjalanan aku bicara banyak dengan Pak Denny (Kasi RRSDH) tentang Perhutani, kedepennya, dan apa yang harus dilakukan baik sekarang atau masa yang akan datang.

Pukul 20.00 WIB perjalanan sampai di Bagor, disana disempatkan mampir sebentar untuk istirahat dan minum kopi serta sambil menunggu Bang Yose yang kebetulan mobilnya berjalanan lambat berada dibelakang mobil Pak Denny. Diwarung pinggir jalan itu aku, Pak Denny, Bang Yose, Kang Mul dan Mas Edi duduk-duduk santai sambil menikmati gorengan yang ada di warung itu, warung itu tepatnya berdekatan dengan BRI Bagor dan warung buah-buahan.

Sekitar pukul 21.00 WIB perjalanan dilanjutkan untuk menuju Madiun, perjalanan dibarengi dengan rasa ngantuk yang dalam, mungkin bukan aku saja yang merasakan ngantuk, tapi aku merasakan teman-teman juga ngantuk, tapi pada saat itu aku tidak dapat berbuat banyak agar tidak mengantuk.

Pukul 22.00 WIB sampailah di SPH II Madiun, disana aku ketemu dengan Pak Dede (biasa dipanggil dengan panggilan Kang Dede), obrolan langsung membahas masalah RTT Unit II yang sampai dengan saat ini masih bermasalah, ya begitulah perencanaan yang ada disini, dalam hatiku aku berkata. Setelah ngobrol sedikit akihrnya dilanjutkan makan malam ke Warung Pecel Bu Har yang ada di dekat stadiun Wilis Madiun, disana aku pesan makan pecel yang aku rasakan agak asin, karena aku tidak terbiasa makan dengan rasa yang seperti itu. Setelah mengantar Kang Dede ke SPH untuk menganbil Vespa-nya aku dan Pak Denny melanjutkan perjalanan ke Hotel Merdeka Madiun, disana aku ketemu dengan Kang Mul, Bang Yose, Kang Beni dan Mas Edi yang telah duluan sampai di Hotel Merdeka dan aku tidur sekamar dengan Mas Edi.

Batuk-batuk ketika malam hari itulah yang terjadi pada diriku, ya lumayan mengganggu, tapi setelah aku minum obat pereda batuk dan flue lumayan menurunkan batukku yang telah berlangsung sekitar 1 minggu.

Tidur dengan pulas di Hotel Merdeka dan pagi-pagi-nya aku harus bangun pagi dan harus sarapan, selesai sarapan kami dari RRSDH melanjutkan perjalanan ke KPH Lawa DS untuk melakukan rekon dengan Rayon II yang terdiri dari KPH Madiun, KPH Lawu DS, KPH Saradan dan KPH Ngawi. Rekon berjalan dengan lancar sampai dengan sore hari, tapi perjalan ke Kediri sedikit terhambat karena SPPDku dan kawan-kawan telat sehingga harus menunggu sampai selesai magrib untuk mendapat stempel dari KPH Lawu DS.

Sore itu perjalanan terus dilanjutkan ke Kediri, rute perjalanan mulai dari Madiun – Caruban – Nganjuk dan Kediri. Sampai di Kediri sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung menuju Hotel Penetaran yang ada di Jalan Doho Kediri. Disini aku sekamar lagi dengan Mas Edi.

Pagi hari acara di mulai di KPH Kediri dan bersamaan dengan sosialisasi PHBM Plus. Acara rekon di Rayon III diikuti oleh KPH Kediri, KPH Blitar, KPH Nganjuk, KPH Mojokerto dan KPH Jombang. Acara di Kediri tidak sampai sore dan kamipun sempat istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke Malang.

Sore kami melakukan perjalanan dari Kediri ke Malang dengan menggunakan mobil Bang Yose, di mobil itu ada aku, Kang Mul, Bang Yose dan Mas Edi. Di Kandangan kami berempat mencoba untuk mencari warung makan, karena perut kami berempat sudah tidak dapat lagi diajak kompromi dan akhirnya aku dan kawan-kawan makan sate kambil dan gule di Kandangan Kediri.

Selesai makan kamipun melanjutkan perjalanan ke Kediri melalui Batu, sesampai di Batu kami istirahat sebentar untuk menikmati jagung bakar dan pisang bakar di Payung I di Batu Malang.

Di Malang aku dan kawan-kawan tidur di Hotel Mutiara dan Mas Edi pulang ke rumahnya karena tidak ikut menginap di hotel Mutiara.

Siang hari berikutnya Rekon dengan Rayon IV dan V dilakukan di Hotel ASIDA Batu Malang, rekon dilakukan sampai malam jam 03.00 WIB, tapi aku tidak dapat mengikuti rekon sampai selesai karena batukku semakin bertambah parah dan aku memutuskan pukul 23.00 untuk masuk kamar dan tidur.

Sampai dengan saat ini batukku masih saja menggangu pekerjaanku dan aktivitasku…….