Ketika Jalan Harus Berkelok

Surabaya – Orang hidup tentu akan banyak tantangan, mungkin hampir semua orang pernah mengalami sesuatu yang sama sekali tidak dikehendaki, tapi toh harus menjalani karena memang harus dijalani “tidak ada pilihan“. Beberapa temanku ada yang telpon/chating denganku dan mereka bilang “apa yang harus aku lakukan jika aku nanti semua itu terjadi?“, “aku harus bagaimana?” dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ke aku.

Ya memang sulit membayangkan hal buruk akan terjadi, tapi logika kadang membawa kearah hal-hal yang buruk tapi itulah logika manusia. Aku dulu pernah merasakan adanya pertanyaan seperti diatas dalam hatiku, tapi toh semua harus dijalani dengan sekuat hatiku dan tenaga, yach aku memang harus menjalani, bagaimana lagi?…. pikirku dalam hatiku waktu itu.

Kadang mind set kita tidak pernah membayangkan bahwa suatu hal buruk akan terjadi dalam perjalanan hidup, kita selalu terbuai dengan bayangan enak yang membuat kita terpuruk dan ketika suatu keinginan berjalan diluar apa yang kita bayangkan, yach aku stress nih …..

Kemarin aku chat dengan salah satu temanku yang sekarang tinggal di Jogja, mereka bilang kalau sedang belajar untuk menerima kenyataan hidup dan bahkan dia bilang ingin sekali menangis kalau terbayang kemungkinan-kemungkinan jelek yang akan terjadi, aku kemarin cuma bisa kasih saran yang sabar dan buat pikiran, hati, perasaan dan logika menjadi satu kata, karena dengan satu kata maka akan membawa diri menjadi lebih baik. Kenapa orang stress? menurutku sih karena ada salah satu dari pikiran, hati, perasaan dan logika yang tidak satu kata. Memang membuat satu kata itu sulit sekali, karena aku pernah merasakan bagaimana aku bisa membuat pikiran, hati, perasaan dan logika itu menjadi satu kata, sulit sekali.

Banyak temanku yang bilang ketika sedang menghadapi masalah adalah lakukan dengan sabar, penuh tawakal dan yang paling aku merasa tergelitik tapi ada benarnya adalah temanku ada yang bilang “kalau kamu ngadepin masalah jembar (lebarkan) no hatimu” aku pikir ada benarnya, dengan hati yang terbuka dan lapang ternyata dapat membawa kebahagian tersendiri dalam hati.

Jalan hidup memang tak selurus yang kita bayangkan, berkelok, bergelombang itulah hidup, biarpun jalan berkelok, dan bergelombang hadapilah dengan lapang dada dan bijaksana, aku jadi ingat apa yang dikatakan Heni bahwa “aku tahu yang aku inginkan, tapi Tuhan lebih tahu yang aku butuhkan“.