Pantomim Bahaya HIV-AIDS & Narkoba

0 0 vote
Article Rating

On the Sancaka Train – Pagi hari tanggal 10 Januari 2008 kemarin aku melakukan perjalanan ke Jogja dengan kereta Sacaka pagi yang berangkat dari stasiun Gubeng jam 7.10, kebetulan aku dapat duduk di gerbong bisnis 2 kursi nomor 1 A.

Ketika perjalanan sekitar di Mojokerto ada aksi yang dilakukan oleh mahasisa Univeritas Negeri Surabaya (UNESA) jurusan Sendratasik berupa pantomim yang bertema “Awas Bahaya HIV-AIDS dan Narkoba”. Pada saat itu aku cukup berfikir apa-apaan ini karena waktu itu aku lelah dan ngantuk sekali, aku melihat banyak mahasiswa menggunakan celana dan baju hitam dengan ekspresi seperti layaknya pengidap HIV-AIDS atau orang yang kecanduan narkoba.

Pakaian yang digunakan cukup menarik perhatian karena semua serba hitam, kaus kaki putih dan menggunakan bedak warna putih serta dihiasi macam-macam layaknya badut dipermainan anak.

Waktu itu aku sempat dikasih pita warna merah, aku kurang tahu mengapa pita warna merah? Dewi-pun waktu itu tidak tahu mengapa harus pita warna merah, kenapa tidak pink?

Karena sangkin penasarannya aku coba untuk foto menggunakan webcam yang ada di laptop dan hasilnya seperti ini:6picture0066.jpg

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Ahmad Ritauddin
Ahmad Ritauddin
7 July 2008 21:36

wah-wah…ntu ad’ kelas saya mas…mkacie yaaaa….
ntu tuch bkn bedak…tp bodypainting….
maap klo ganggu p’jlanan mas hehehe

Terima kasih mas atas kunjungan di blog-ku, beberapa saat setelah aku nulis tulisan ini aku juga dikirimin email dari salah satu dosen di UNESA yang bilang kalau aksi di kereta itu adalah mahasiswanya, wah aku seneng bangat ternyata tulisanku ketika isen ditanggapi.

Salam kenal ya.

ESN+

Ahmad Ritauddin
Ahmad Ritauddin
20 November 2018 14:46

wah-wah…ntu ad’ kelas saya mas…mkacie yaaaa….
ntu tuch bkn bedak…tp bodypainting….
maap klo ganggu p’jlanan mas hehehe

Terima kasih mas atas kunjungan di blog-ku, beberapa saat setelah aku nulis tulisan ini aku juga dikirimin email dari salah satu dosen di UNESA yang bilang kalau aksi di kereta itu adalah mahasiswanya, wah aku seneng bangat ternyata tulisanku ketika isen ditanggapi.

Salam kenal ya.

ESN+