Film Ayat-ayat Cinta

Surabaya – Baru saja aku lihat film Ayat-ayat Cinta (AAC) yang diangkat dari novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy yang best seller itu. Aku membaca novel itu sekitar 1 bulan yang lalu, meski sudah 2 tahun yang lalu novel itu dicetak tapi berkat pinjaman dari Via aku bisa baca novel itu.

Rasa penarasan untuk lihat film ini sebenarnya sudah sejak pemutaran perdana, beberapa teman bilang kalau filmnya bagus dan bahkan ada yang bilang ingin lihat lagi dan siang ini aku coba untuk memenuhi rasa penarasan itu dengan melihat film di Delta lantai V. Kalau dilihat dari filmnya aku bisa mengasih nilai “bagus” tapi kalau dibandingkan dengan novelnya ada beberapa karakter pemain yang tidak pas (kurang cocoklah), mungkin yang pas atau cocok hanya karakter Maria saja, sementara untuk Fahri, Aisha masih jauh dari gambaran yang ada di novel.

Terlepas dari pas atau tidaknya karakter itu untuk film AAC yang jelas rasa penasanku terhadap film AAC sudah keturutan, dan aku sudah bisa mengimbangi cerita sama Rannie yang 2 hari lalu telpon aku dan bilang kalau AAC bagus banget dan ingin lihat untuk yang kedua kalinya.

Ketika aku melihat film itu ada yang membuat aku terharu yaitu seadainya aku bisa menjalani cinta dengan cara Islam seperti yang ada didalam novel atau film AAC pasti terasa sangat indah, tapi lingkungan yang kadang sulit untuk bisa menjalani seperti itu atau aku-nya yang belum niat? mungkin dua-duanya dech ….(cari pembelaan).

Ada catatan buat Aisha aku suka banget sama tato temporary yang ada ditangannya.

Belum lihat filmnya? atau penarasan? silahkan lihat daftar tayang di sini [Cineplex] siapa tahu masih diputar lo… atau lihat aja di Yotube.Com kalau mempunyai akses internet dengan koneksi yang bagus.

avatar
  Subscribe  
Notify of