Penilaian Gerhan Pada Hutan Lindung di KPH Jember

Surabaya – Dari tanggal 21 – 27 April 2008 kemarin aku dapat tugas untuk melakukan penialian Gerhan Pada Hutan Lindung di KPH Jember. Aku berangkat dari Surabaya minggu malam bersama rombongan dari Kantor Pusat Jakarta menggunakan 2 buah mobil Inova. Berangkat dari Surabaya sekitar jam 21.00 dan sampai di Jember sekitar pukul 01.00, di Jember aku dan rombongan menginap di Hotel Panorama dan utnuk hari ke-2 sampai hari terakhir aku menginap di Hotel Safari Jember.

Tim yang berangkat untuk melakukan penialaian di KPH Jember berjumlah 26 orang yang berasal dari Unit, SPH dan KPH di Jawa Timur. Aku dan timku yang kebetulan hanya 2 orang (Mas Heri SPH V JEMBER) mendapat lokasi untuk melakukan penilaian di RHP Silo BKPH Mayang Petak 16 d untuk Blok I, II dan III.

Hari pertama aku berangkat jam 07.00 dari KPH Jember menuju RHP Silo yang jaraknya sekitar 30-40 km yang ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor arah Banyuwangi. Sebelum melakukan penilaian tim berkunjung ke Rumah Dinas (RD) Kemantren Silo. Hari pertama penilaian dilaksanakan di Blok II dan tim ditemani oleh tim penilaian tanaman dari KPH Jember, waktu itu Bu Yani, Pak Agus (KRPH), dan ada beberapa pegawai KPH yang aku lupa namanya satu-per satu, yang jelas sekitar 8 orang yang menemani penilaian, dalam penialian juga didampingi oleh LMDH setempat, aku lupa nama LMDH-nya.

Penilaian di Blok II tak seperti yang aku bayangkan, medannya begitu curam dan di Blok II tersebut aku tidak melihat lahan sedikitpun yang tidak curam, untuk jalan 100 m saja aku harus berhenti beberapa kali, yang jelas ngos-ngosan bener. Sekitar pukul 11.00 siang hujan turun lebat tepat ketika aku ada di puncak gunung untung persiapan sudah aku siapkan ketika aku akan berangkat ke Jember.

Di Jember aku sempat jalan-jalan di Matahari untuk belanja beberapa kebutuhan yang ternyata aku tidak bawa dari Surabaya, sepet juga makan Bakso Solo yang ada di depan Matahari, rasanya sepertinya tidak berubah ketika aku pertama kali makan bakso Solo Jember 4 tahun yang lalu bersama Mbak Wita.

Sempat juga makan di Rumah Makan Padang yang ada didekat Stasiun Kereta Api Jember, aku lupa namanya, tapi rasanya biasa saja karena aku sudah terbiasa makan masakan padang asli ketika aku tinggal di Jambi, tapi cukup kenyang deh untuk makan padang malam itu, terima kasih teman-teman SPH V yang sudah mentraktir.

Penilaian di Jember baru selesai 1 minggu, meskipun untuk kelompokku bisa selesai 3 hari, tapi urusan administrasi yang membuat agak lama, hasil perhitungan sementara prosentase tumbuh untuk RHL Jember lumayan bagus tapi belum sempurna, meskipun permasalahan okupasi lahan masih ada, butuh perjuangan yang panjang untuk hutan lindung di Jember.