Heboh Film ML (Mau Lagi)

Surabaya – Kemarin ketika aku lihat acara gosip disalah satu station TV disana dibahas tentang Film ML yang sedang banyak mendapat protes dari kalangan mahasiswa di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan di MetroTV sempat ada berita tentang demo yang dilakukan oleh mahasiswa KAMI di Jakarta kalau tidak salah.

Setelah browsing di Youtube akhirnya aku menemukan film ML tersebut, betapa terkejutnya aku ketika melihat potongan film tersebut yang durasinya sekitar 02 menit 43 detik itu. Bahkan dalam benakku sudah seperti itukah gaya produksi film Indonesia? Tidak adakah tema yang lebih baik dan menarik dibandingkan dengan gaya hidup bebas?

Menurutku banyak film yang menjual tema selain pergaulan bebas juga laris seperti Ada Apa Dengan Cinta, Ayat-ayat Cinta, Nagabonar Jadi 2 dan masih banyak lagi. Kalau aku menilai film ML itu masuk dalam kategori film semi, kalau tidak percaya silahkan lihat cuplikan film ML yang beredar di internet ini seperti yang ada dibawah ini.

Jujur aku mendukung demo mahasiswa tentang penolakan Film ML, apapun alasannya. Kebebasan berekpresi bukan diartikan sebagai kebebasan yang semau gue, tapi kebebasan demi menciptakan ide-ide kreatif yang dapat memajukan bangsa bukan malah menghancurkan bangsa, bayangkan kalau film ML ini ditonton oleh anak-anak dibawah umur dan menirukan apa yang mereka lihat di film ML tersebut, siapa yang akan bertanggung jawab? apakah pelajaran tentang sex harus di-film-kan seperti itu? aku pikir jawabannya “TIDAK!”.

Aku teringat apa yang dikatakan Mohatir Mohammad mantan PM Malaysia ketika wawacara dengan wartawan TVone, bahwa kebebasan itu harus ada batasnya bukan lantas dilepas semaunya, dan kebebasan itu bukan jaminan untuk menjadi lebih baik.