BBM Naik – Menyelamatkan APBN dengan Memiskinkan Rakyat

Surabaya – Isue kenaikan BBM memang sudah beredar lama, bahkan semenjak akhir tahun 2007 ketika harga minyak mentah dunia mencapai US$ 90-an. Bahkan beberapa petinggi memperkirakan negara akan bangkrut karena subsidi BBM diperkirakan mencapai 200 T, 1/5 dari APBN 2008, ironis dan mengerikan memang, bayangkan kalau negara ini bangkrut?.

bbm_naik.jpgTapi apakah kenaikan BBM itu jalan yang paling tepat? menurutku tidak, menaikkan harga BBM adalah pikiran stress dari pemerintahan sekarang, banyak hal yang bisa dilakukan bangsa ini untuk tidak menaikkan harga BBM, seperti melakukan kegiatan yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh bangsa ini yaitu efisien terhadap penggunaan energi, pemberantasan korupsi, melakukan negosiasi ulang terhadap kerjasama dengan luar negeri yang merugikan seperti kerjasama dalam bidang pertambangan, meminta menangguhkan pembayaran hutang luar negeri dan masih banyak lagi, tapi ini tidak dilakukan dengan maksimal oleh pemerintahan sekarang, alhasil guna menyelamatkan APBN yang mudah dan bisa dipikir sambil tidur ya menaikkan harga BBM.

Tadi siang ketika aku naik angkot dari Dupak ke Gentangkali aku mendengarkan sopir mengerutu akibat kenaikan BBM ini, yang intinya dalam omelan itu adalah dengan kenaikan BBM membuat hidup semakin susah, ya itulah pertama kali aku mendengar kegelisahan seoarang sopir akibat kenaikan harga BBM. BLT pun dipandang bukan solusi terbaik dan tidak mendidik, bayangkan apa yang akan terjadi jika ternyata penyaluran BLT bermasalah seperti hanya yang dilakukan tahun 2005. Apa yang akan rakyat miskin rasakan jika BLT sudah tidak diterima lagi? sulit untuk membayangkan jika kita menjadi rakyat miskin bukan?

Aku pernah baca bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang melindungi dan memakmurkan rakyatnya, tapi aku melihat itu tidak terjadi di Indonesia, bahkan ahli-ahli yang ada di pemerintahan sering melakukan hal-hal yang kadang tidak pantas dilakukan oleh seorang ahli, apa itu? ya menaikan harga BBM, standarisasi UNAS, dan masih banyak lagi.

Aku ingin Indonesia maju, tapi untuk maju butuh pemimpin yang mau berkorban dan siap miskin, sayang sampai sekarang itu belum ada….. !