Film Laskar Pelangi

0 0 vote
Article Rating

Surabaya – Belum pernah baca novel Laskar Pelangi? silahkan cari di http://www.scribd.com disana novel tersebut bisa didownload secara gratis. Barusan aku membuka milis Forestgam yang sudah 3 hari tidak aku buka karena aku ada di Bojonegoro dan tidak sempat akses internet karena pulang selalu malam hari. Judul email yang dikirim ke mils tersebut adalah “Film Laskar Pelangi”, menarik bukan berikut email yang dikirimkan.

Subject: [******] Film Laskar Pelangi

Siap-siap diserang para laskar!

Ini berita dari Laskar Pelangi:

Laskar Pelangi Siap di Layar Lebar Kolaborasi Peran 12 Anak Belitong Asli dengan 12 Aktor Profesional Indonesia

Setelah sukses menjadi novel best seller dengan penjualan lebih dari 500.000 eksemplar, kini Laskar Pelangi siap diangkat ke layar lebar dan akan memasuki tahap syuting pada tanggal 25 Mei 2008. Film ini diproduksi oleh Miles Films bekerjasama dengan Mizan Cinema Productions, “B” Edutainment dan Iluni UI.

Laskar Pelangi adalah sebuah kisah anak bangsa yang menggambarkan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitong untuk sebuah pendidikan. Ide pembuatan film ini berawal dari rasa kagum Mira Lesmana dan Riri Riza selaku Produser dan Sutradara film ini terhadap buku karya Andrea
Hirata yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004. “Buku Laskar Pelangi sanggup membuat kita tiba-tiba merasa bangga jadi orang Indonesia dan memompa semangat serta optimisme kebangsaan, dengan hadirnya karakter anak-anak Laskar Pelangi, Ibu Muslimah dan Bapak Harfan,” ucap Mira Lesmana selaku Produser film ini.

Selaku sutradara film Laskar Pelangi, Riri Riza mengungkapkan: “Laskar Pelangi memiliki cerita yang unik dan penuh dinamika dengan hadirnya 10 siswa dengan kararkter yang sangat kuat dan seorang guru ambisius yang mempunyai cita-cita besar dan luhur. Dan Andrea Hirata adalah faktor yang sangat penting kenapa kami ingin memfilmkan buku Laskar Pelangi ini. Saat pertama kali ketemu dengan Andrea, ada antusiasme yang terlihat di dirinya. Bertemu Andrea Hirata seperti melihat matahari yang bersinar keras sekali dan sangat inspiring.”

Bagi sang penulis, Andrea Hirata, bukan hal yang mudah untuk mengijinkan karya sastra pertamanya ini untuk difilmkan. Jelas Andrea mempunyai alasan khusus kenapa ia mempercayakan penggarapan film Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. “Ada beberapa alasan kenapa saya rela menyerahkan cerita Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. Pertama, Mira dan Riri adalah sineas yang memiliki integritas, yang tidak semata melihat keinginan pasar dalam membuat karyanya. Kedua, Mira dan Riri mempunyai talent yang langka dalam membuat sebuah karya seni. Mereka bisa membuat film box office, tapi tetap bermutu. Dan setelah lama bergaul dengan mereka, saya semakin yakin kalau kedua sineas ini mempunyai indra keenam dalam membuat sebuah karya dan mempunyai perspektif yang unik,” ungkap Andrea.

Sementara menurut Putut Widjanarko, Vice President Operation Mizan Publika, dengan terjunnya Mizan dalam produksi film ini merupakan konsekuensi logis dari strategi pengembangan Mizan ke depan. “Mizan Prouductions sangat bangga bekerjasama dengan Miles Films menghadirkan film yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh masyarakat Indonesia ini. Apalagi buku best seller Laskar Pelangi adalah terbitan salah satu penerbit dalam kelompok Mizan, yaitu penerbit Bentang Pustaka.”

Setelah melewati proses pertemuan dan diskusi dengan sang penulis selama satu tahun, akhirnya Juli – Desember 2007, proses penulisan skenario yang ditulis oleh Salman Aristo, dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana pun dimulai. Dan persiapan produksi pun sudah dilakukan sejak Juli 2007 lalu dengan melakukan proses penulisan skenario, survey lokasi, serta casting para pemain Laskar Pelangi. “Dalam proses pembuatan film ini hampir 100% pengambilan gambar dan syuting dilakukan di Belitong. Dan satu hal yang cukup istimewa di film ini, 12 orang pemain, 10 Laskar Pelangi dengan dua karakter pelengkap yang memerankan Flo dan A Ling, semuanya asli dari Belitong,” cerita Mira, antusias.

Adapun keinginan Rira dan Mira untuk menampilkan anak-anak asli Belitong agar chemistry antara cerita dan para pemain muncul secara real dan natural. “Sejak awal kami memang tidak terpikirkan untuk menggunakan pemain di luar kota Belitong untuk tokoh-tokoh anak Laskar Pelangi. Jadi proses hunting dan casting pemain pun sudah kami lakukan sejak awal persiapan produksi,” ujar Riri. “Meskipun anak-anak ini belum berpengalaman dan awam dengan dunia akting, tapi mereka ini adalah anak-anak yang sangat berbakat, punya keberanian, mau mencoba, dan yang terpenting, mereka bisa mempresentasikan tokoh-tokoh utama di film ini,” lanjut Mira.

Setelah menjalani proses hunting dan casting di Belitong, akhirnya terpilih juga 12 orang pelajar Belitong yang akan memerankan karakter Ikal, Lintang, Mahar, Syahdan, Borek, Kucai, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Flo, dan A Ling.

Meski begitu, bukan berarti Mira luput menampilkan para pemain profesional. 12 nama aktor profesional pun turut tampil meramaikan film ini, seperti Cut Mini, Ikranegara, Lukman Sardi, Ario Bayu, Tora Sudiro, Slamet Raharjo, Alex Komang, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Robbie Tumewu, JaJang C. Noer, dan Teuku Rifnu Wikana .

Film yang diperuntukkan bagi semua umur dan kalangan ini rencananya akan beredar di bioskop di seluruh Indonesia pada liburan Lebaran 2008 ini.

Sribudi Astuti www.melatiputihku.wordpress.com

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
22 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
vinz
25 May 2008 13:18

wahh pasti keren nih filmny laskar pelangi!!

Kalau dari Novelnya memang keren, tapi gak tahu kalau sama produser dan stradaranya dirubah kayak ayat-ayat cinta.

ESN+

devi
devi
27 May 2008 10:15

seneng banget kang, denger kabar itu.. πŸ™‚
mudah2an film-nya sukses, trus lanjut
bikin film ‘sang pemimpi’, lanjut lagi ‘edensor’-nya!
trus novel ‘maryamah karpov’ cpt terbit n lanjut
bikin filmnya lageeee….
jadi nge-fans niy sama mister andrea..!

Neng hobby juga to sama LP? Gimana kabar Neng? Iraha ka Jogja Neng?

ESN+

unai
28 May 2008 11:39

pengen nonton…gak suabar nunggu waktunya πŸ™‚

Sama mbak Unai, aku juga pengen lihat. Salam kenal Yo..?

tanti
13 June 2008 16:37

Pingin buku andrea hirata yang lain yang tidak kalah hebatnya dengan laskar pelangi?, coba cari di http://www.rumahbuku.net

Terima kasih atas informasinya Mbak Tanti, btw kalau kirim ke surabaya berapa hari tuh baru sampai. Salam kenal.

ESN+

prem
prem
3 September 2008 12:24

gak sabar pengen ngajak do’i nonton ne film

Wah asik nih kalau yang punya do’i kalau yang belum punya like me ? hayoh….

ESN+

Romo Farano
Romo Farano
26 September 2008 08:21

Betapa dashyat..!!!

Film “Sherina” menampilkan dua anak dari strata sosial middle-up di tanah Parahyangan lengkap dengan landscape-nya.

Film “Denias” mengupas kisah anak pedalaman Papua yang berjuang demi pendidikannya termasuk tampilan alam Papua yang masih “perawan”.

“Laskar Pelangi”.. habis-habisan mengeksplorasi alam Belitong, sedari pedalaman hingga pantainya yang sangat kaya. Sudah pasti termasuk kisah sepuluh anak (plus satu) yang juga berjuang demi pendidikan mereka.
Mereka menuntut hak mereka sebagai warga negara; “..mencerdaskan seluruh bangsa..”

Sudahlah, tanpa mengurusi royalti Andrea Hirata dan Miles-Team, anda HARUS nonton film “Laskar Pelangi”. Sangat mengusik masa kecil kita..

(tribute to my childhood friends; at Manado, Dobo, Parigi)

rizal
rizal
8 October 2008 00:23

October 7th, 2008 at 5:20 pm entahlah mas,..yang pasti mulai primiere tayang ampe sekarang saya dah 6 kali nonton,..mungkin besok akan desak-desakan lagi di delta surabaya untuk beli tiket,..soalnya tuch film disamping langka,..unik,..lucu,..( lucu yang alami lho,..) dan kesan menjual tampang hampir tidak ada,.. sungguh sebuah kebanggan bagi kita anak negeri, ternyta telah ada satu orang anak negeri yang sudah sadar akan fungsi media sebagaimana mestinya,…selama ini kita tidak sadar dengan banyaknya film-film india yang menampilkan kultur asli mereka,..dan cina yang memaksa kita untuk bisa kungfu,..secara tidak langsung telah membuat negara-negara itu ( cina dan india semakin kuat baik dari… Read more »

mama ago
2 November 2008 18:31

Huaaaaaaaa saya belum nonton

devi
devi
16 May 2009 09:14

seneng banget kang, denger kabar itu.. πŸ™‚
mudah2an film-nya sukses, trus lanjut
bikin film 'sang pemimpi', lanjut lagi 'edensor'-nya!
trus novel 'maryamah karpov' cpt terbit n lanjut
bikin filmnya lageeee….
jadi nge-fans niy sama mister andrea..!

Neng hobby juga to sama LP? Gimana kabar Neng? Iraha ka Jogja Neng?

ESN+

Tiaraaza79
Tiaraaza79
18 July 2010 07:16

toppppppppppppppp deh buat film laskar pelangi
aq sangat berharap bisa main film laskar pelangi dan bertemu sama zulfani dan verys

iin
iin
24 February 2011 12:52

ku suka sekali film ini.

vinz
20 November 2018 14:38

wahh pasti keren nih filmny laskar pelangi!!

Kalau dari Novelnya memang keren, tapi gak tahu kalau sama produser dan stradaranya dirubah kayak ayat-ayat cinta.

ESN+

devi
devi
20 November 2018 14:39

seneng banget kang, denger kabar itu.. πŸ™‚
mudah2an film-nya sukses, trus lanjut
bikin film ‘sang pemimpi’, lanjut lagi ‘edensor’-nya!
trus novel ‘maryamah karpov’ cpt terbit n lanjut
bikin filmnya lageeee….
jadi nge-fans niy sama mister andrea..!

Neng hobby juga to sama LP? Gimana kabar Neng? Iraha ka Jogja Neng?

ESN+

unai
20 November 2018 14:39

pengen nonton…gak suabar nunggu waktunya πŸ™‚

Sama mbak Unai, aku juga pengen lihat. Salam kenal Yo..?

tanti
20 November 2018 14:39

Pingin buku andrea hirata yang lain yang tidak kalah hebatnya dengan laskar pelangi?, coba cari di http://www.rumahbuku.net

Terima kasih atas informasinya Mbak Tanti, btw kalau kirim ke surabaya berapa hari tuh baru sampai. Salam kenal.

ESN+

Romo Farano
Romo Farano
20 November 2018 14:39

Betapa dashyat..!!!

Film “Sherina” menampilkan dua anak dari strata sosial middle-up di tanah Parahyangan lengkap dengan landscape-nya.

Film “Denias” mengupas kisah anak pedalaman Papua yang berjuang demi pendidikannya termasuk tampilan alam Papua yang masih “perawan”.

“Laskar Pelangi”.. habis-habisan mengeksplorasi alam Belitong, sedari pedalaman hingga pantainya yang sangat kaya. Sudah pasti termasuk kisah sepuluh anak (plus satu) yang juga berjuang demi pendidikan mereka.
Mereka menuntut hak mereka sebagai warga negara; “..mencerdaskan seluruh bangsa..”

Sudahlah, tanpa mengurusi royalti Andrea Hirata dan Miles-Team, anda HARUS nonton film “Laskar Pelangi”. Sangat mengusik masa kecil kita..

(tribute to my childhood friends; at Manado, Dobo, Parigi)

prem
prem
20 November 2018 14:41

gak sabar pengen ngajak do’i nonton ne film

Wah asik nih kalau yang punya do’i kalau yang belum punya like me ? hayoh….

ESN+

rizal
rizal
20 November 2018 14:41

October 7th, 2008 at 5:20 pm entahlah mas,..yang pasti mulai primiere tayang ampe sekarang saya dah 6 kali nonton,..mungkin besok akan desak-desakan lagi di delta surabaya untuk beli tiket,..soalnya tuch film disamping langka,..unik,..lucu,..( lucu yang alami lho,..) dan kesan menjual tampang hampir tidak ada,.. sungguh sebuah kebanggan bagi kita anak negeri, ternyta telah ada satu orang anak negeri yang sudah sadar akan fungsi media sebagaimana mestinya,…selama ini kita tidak sadar dengan banyaknya film-film india yang menampilkan kultur asli mereka,..dan cina yang memaksa kita untuk bisa kungfu,..secara tidak langsung telah membuat negara-negara itu ( cina dan india semakin kuat baik dari… Read more »

mama ago
20 November 2018 14:41

Huaaaaaaaa saya belum nonton

devi
devi
20 November 2018 14:41

seneng banget kang, denger kabar itu.. πŸ™‚
mudah2an film-nya sukses, trus lanjut
bikin film &#039sang pemimpi&#039, lanjut lagi &#039edensor&#039-nya!
trus novel &#039maryamah karpov&#039 cpt terbit n lanjut
bikin filmnya lageeee….
jadi nge-fans niy sama mister andrea..!

Neng hobby juga to sama LP? Gimana kabar Neng? Iraha ka Jogja Neng?

ESN+

Tiaraaza79
Tiaraaza79
20 November 2018 14:41

toppppppppppppppp deh buat film laskar pelangiaq sangat berharap bisa main film laskar pelangi dan bertemu sama zulfani dan verys

iin
iin
20 November 2018 14:41

ku suka sekali film ini.