BLT, BLM atau Apalah Itu?

Surabaya – Beberapa hari ini banyak di TV mendiskusikan tentang Bantuan Lansung Tunai (BLT) dan Bantuan Langsung Mahasiswa (BLM). Bahkan di TV-1 aku melihat ada acara debat terbuka antara lembaga atau parpol yang berkaitan. Kemarin sepulang kerja aku melihat acara di TV-1 tentang debat terbuka yang membahas tentang BLT yang heboh ini.

Dalam debat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BAPENAS dan Partai Demokrat sementara dari pihak masyarakat di hadiri oleh perwakilan Kepala Desa dan Kwi Kian Gie. Aku melihat debatnya lumayan seru dan memanas, bahkan aku membayangkan dan sekaligus bangga pada orang-orang yang hadir dalam acara tersebut karena sudah menunjukkan cara berdemokrasi dengan baik walau beda pendapat. Dari debat tersebut hanya itu yang bisa aku jadikan pelajaran, karena secara pribadi aku kurang suka dengan politik dan ada alasan tersendiri kenapa aku tidak suka pada politik.

Secara pribadi apakan aku setuju dengan bantuan langsung tunai itu? Jujur aku tidak setuju dengan bantuan tunai itu, aku melihat ini adalah cara pembodohan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyatnya dan pantes sekali kalau mengemis itu sulit dihilangkan di negeri ini karena ternyata pemerintah juga mengajari rakyatnya mengemis.

Meskipun aku belum bisa memberi solusi yang kongkrit untuk memberi bantuan kepada masyarakat selain bantuan tunai, tapi aku punya banyangan besar bahwa bantuan itu harusnya dalam bentuk tunai tapi dalam bentuk modal usaha yang sekiranya dapat berguna dan menciptakan lapangan pekerjaan, dan ini mungkin akan lebih baik buat pertumbuhan ekonomi negeri ini dari pada BLT itu yang hanya mengajari rakyat menjadi “PENGEMIS”.

Bagaimana dengan BLM? Pemberian BLM sebenarnya salah satu bentuk keputusasaan pemerintah terhadap perilaku mahasiswa yang selalu menyerangnya. Terbukti pemerintah baru bulan ini akan mengucurkan BLM, kalau memang program ini tidak instan harusnya bisa disosialisasikan terlebih dahulu sebelum BBM naik, tapi pengumuman tentang BTM itu muncul setelah aksi protes mahasiswa disana-sini dinegeri ini muncul dan mereka tidak salah kalau beranggapan bahwa BTM adalah salah satu bentuk suap terhadap mahasiswa meskipun pemerintah tidak pernah mengakui kalau BTM itu adalah bentuk suap, tapi siapapun masyarakat negeri ini bisa menilai “suapkah BLM”, kalau aku menjawab “YA”.

Para RIMBAWAN sebutan orang kehutanan, ketika rimbawan stress karena tidak pernah berhasil menghutankan suatu kawasan apa yang dilakukan? Yaitu menanam kayu putih (Melaleuca cajuputi), karena tanaman ini akan berhasil ditanam pada kawasan yang jelek, dan seperti itulah pemerintah sekarang, karena sudah sangking stressnya maka pemerintah memberikan bantuan tunai, bedanya apa yang dilakukan oleh rimbawan tersebut melalui proses RTT (Rencana Teknik Tahunan) namanya sementara pemerintah enggak kayaknya.

Mungkin juga bantuan tunai ini dapat digunakan sebagai mesin politik SBY – JK? hanya tuhan yang ya ….

avatar
  Subscribe  
Notify of