Dagelan Politik Ala Petinggi Agamaku

Surabaya – Sebenarnya aku ingin menulis tentang konflik antara FPI dan AKKBB yang berawal dari insiden di silang monas 1 Juni 2008 yang lalu dari kemarin tapi karena aku ada tugas ke PPLH Siloliman untuk menghadiri acara yang diadakan disana maka baru malam ini aku menulis ini.

Aku sebagai seorang muslim tentunya sangat menginginkan hidup berdampingan dengan penuh kedamaian dan menjunjung tinggi rasa hormat. Dulu ketika aku SD sampai dengan SMU sering guru-guru agamaku berbicara didepan kelas bahwa suatu saat umat Islam akan terpecah-pecah dan saling memusihi, apa yang dikatakan guruku tadi aku merasakan bahwa sekarang sudah terjadi, beberapa kali aku mendengarkan beberapa oraganisasi islam saling menyerang dan mengejek. Kenapa ini bisa terjadi bukanya kita saudara seiman?

Aku memang bukan penganut islam garis keras yang selalu bisa bilang bahwa akan menegakkan akidah islam sampai darah terakhir, tapi aku memaknai islam bukan identik dengan kekerasan, tapi islam identik dengan kerukunan, senyuman dan pengertian. Apa mungkin karena aku belum pernah merasakan dunia pondok pesantren sehingga pemahamanku tentang islam sangat minim?

Barusan aku membaca berita yang ada di DETIK.COM tentang “Habib Rizieq: Gus Dur Akan Temani Saya di Sel” dari membaca berita tersebut aku jadi heran kenapa para pemimpin memberi contoh kepada masyarakat seperti itu. Bagaimana aku bisa menerima apa yang dikatakan Habib dalam berita di TV-TV yang kelihatannya mengundang keributan dengan tokoh lain. Itukah tokoh yang baik? menurutku tokoh yang baik adalah tokoh yang mampu mengendalikan emosi dan memberi kenyamanan pada semua masyarakat.

Kadang aku melihat inikah dagelan politik tokoh-tokoh kita? kadang aku tertawa dalam hati kenapa pikiran para tokoh bisa sedangkal itu, bukan memikirkan bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju tapi malah mengerogoti bangsanya sendiri, aneh….

Semoga dagelan ini cepat berakhir kasihan banyak petani yang miskin yang tidak bisa makan, banyak nelayan yang tidak bisa melaut karena BBM mahal, itu yang harus dipikirkan bukan dagelan politik itu pak….!