Lima Hari Puasaku di Bulan Ramadhan

Surabaya – Hari ini adalah hari ke-5 puasa, dan sampai sekarang belum ada sesuatu yang mengganggu sampai aku membatalkan puasaku. Seperti biasanya dalam mejalankan puasa aku sangat sulit untuk sahur, bukan karena malas bangun tapi karena kalau sahur aku lemes sekali dipagi harinya terutama jam 10 – 11.

Puasa kali ini aku coba untuk menjalankannya dengan penuh iklas, tidak seperti tahun lalu dimana dalam menjalankan puasa aku harus menghadapi masalah yang sangat berat dan menguras banyak energiku, tapi masalah apa kira-kira? Aku tidak bisa menuliskan disini dengan gamblang karena aku takut akan menyinggung perasaan orang, ya siapa tahu orang yang aku maksud ternyata membaca blog ini, jujur aku gak ingin mengingatkan masalahku biarlah masalah itu ada dihati yang paling dalam sampai aku bisa melupakan dalam kehidupanku, “Ya Allah bantulah aku”.

Sebenarnya aku ingin menulis kegiatanku setiap hari selama bulan puasa ini, tapi mungkin cita-cita ini tidak kesampaian karena aku sibuk sekali dengan pekerjaan dikantor, 2 hari ini aku harus lembur dikantor pada hari pertama lembur jam 3 pagi dan hari kedua aku baru pulan jam 12 malam, sesuatu yang sangat melelahkan.

Tapi puasa hari pertama aku sempat nulis sekitar 3/4 halaman dan berikut adalah tulisanku tentang perjalan puasaku.

PUASA DI HARI PERTAMA

Hari ini (1 September 2008) adalah hari pertama puasa, dari mulai sahur hingga sampai buka aku jalani alhamdulliah berhasil dengan baik, semoga Allah terus melimpahkan rahmat kepada ku sampai akhir jaman.

Tadi pagi aku hanya sahur dengan minum air putih saja dan ini memang sudah menjadi kebiasaanku sejak dulu, ya utamanya sejak aku kos di Jogja. Pernah aku coba sahur tapi pada pagi harinya badanku terasa lemas sekali terutama pada jam 10 atau 11 siang, dan kelemesan ini tentunya mengganggu kenyamananku, walau aku tahu bahwa sahur itu adalah sunah nabi.

Hatiku terasa tentram sekali pada hari pertama puasa ini, aku merasakan ada yang lain dari hidupku, ya dari hidupku mulai dari pribadiku, sifatku sampai tindakanku semoga ini menjadi hal yang baik kedepan, dan memang kebaikan itu yang aku inginkan sekarang.

Sore ini sambil menunggu adzan dikumandangkan sebagai tanda berbuka puasa aku menulis cerita ini, semoga cerita ini dapat aku lakukan sampai dengan hari raya Idul Fitri besok.

Diluar sana aku sudah mendengarkan adzan, tapi kok di TV lokal Surabaya JTV belum melakukan kumandang adzan magrib, wah ini adalah detik-detik menunggu buka puasa, semoga puasaku hari ini mendapat rahmat dan pahala dari Allah SWT.

Aku punya cita-cita dipuasa ini semoga semua cita-cita ini bisa aku gapai walau semua harus aku lakukan dengan bekerja keras, semoga Allah mengabulkan apa yang aku inginkan dan aku ukir didalam hati ini, “Ya Allah kabulkan cita-citaku yang mulia ini”.

Alhamdulillah akhirnya buka puasa telah tiba, setelah air putih menyelusuri tenggorokanku rasanya segar sekali apalagi setelah memakan 1 buah kurma terasa nikmat sekali puasa hari ini, “Ya Allah berikan nikmat seperti ini setiap hari padaku”.

Itulah tulisakan tentang perjalanan puasaku dihari pertama dan aku memang sudah niat untuk melaksanakan puasa sejak pada hari pertama aku ingin menjalankan puasa dengan penuh hikmah.