Resolusi Konflik Kampungan, Capek Deh

Surabaya – Diawal puasa kemarin aku sempat cerita sama Ika kalau mungkin puasa ini merupakan puasa yang paling menyenangkan, karena puasa kali ini aku hampir bebas dari masalah seperti puasa tahun lalu, yang sampai membuat aku hampir putus asa, tapi apa yang aku inginkan ternyata tidak terbukti.

Kemarin pagi setelah sahur aku mendapat sms dari nomor telkomsel yang tidak aku kenal, kemudian aku berusahan untuk menelpon mencari tahu siapa pemilik nomor telpon tersebut, aku coba telpon dari jam 3 pagi sampai jam 4 pagi tidak ada jawaban sama sekali. Aku pikir ini orang iseng atau apa ya? aku coba terus sampai akhirnya aku tertidur.

Pukul 09.30-an pagi aku coba untuk menghubungi nomor telpon itu dan akhirnya diangkat, betapa terkejut ternyata itu adalah nomor Angga, aku kurang tahu siapa nama lengkap Angga itu. Keluarga Angga di Magelang memang pernah punya cerita tersendiri denganku yang sampai sekarang aku kurang tahu bagaimana penyelesaiannya. Aku sebenarnya hanya ingin penyelesaiannya secara jujur bukan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah toh semua sudah terjadi, dan ini yang tidak pernah dilakukan oleh keluarga di Magelang sehingga semua masih ngawang-ngawang dan tidak clear, memang menyedihkan sekali resolusi konflik yang dilakukan, boleh dong aku bilang “resolusi konflik kampungan“.

Sebelumnya aku mohon maaf kepada semua keluarga di Magelang, bukan maksud aku untuk mengganggu atau apalah, toh selama ini aku diam saja dan masalah ini muncul lagi karena salah satu keluarga di Magelang menghubungi aku, sekali lagi mohon maaf aku hanya ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya dilakukan oleh orang tua terhadap anak yang sedang bermasalah, selain itu tidak ada maksud apa-apa aku nulis di blog ini, karena aku hanya ingin bahwa semua itu harus dilakukan dengan dasar kejujuran.