Selamat Jalan Temanku Deny Rusdianto

Selamat Jalan Temanku Deny Rusdianto

Sore itu cuaca Jogja hujan rintik-rintik, ya sekitar pukul 18.00 ketika aku dan Nawari membeli bensin di eceran didepan dealer Honda Jalan Magelang Utara Terminal Jombor, waktu itu telpon yang ada disaku jean kananku bergetar, aku lihat dilayar handphone Bambang Cpur menelpon aku.

“Assalamuaikum” ucapku sebagai pembuka.
“Lagi dimana?” tanya Bambang Cpur ke aku.
“Lagi beli bensin di Jalan Magelang” jawabku sambil mencari tempat teduh.
“Tahu kabar Deny? Deny-mu? Deny Rusdianto?” teriak Bambang diujung telpon.
“Enggak” jawabku dengan singkat.
“Deny meninggal, kecelakaan di Wakatobi”
“Apa?!” tanyaku dengan terkejut.

“Iya Deny meninggal, aku barusan dapat kabar dari teman-teman dikampus, dan sudah diumumkan direuni kalau Deny meninggal karena kecelakaan” Bambang berusaha menjelaskan ke aku perihal berita yang baru saja diterimanya itu.

“Ok 30 menit lagi aku udah nyampek kampus, kita diskusikan dikampus” jawabku dengan merinding.

Percakapan singkat itu aku ceritakan ke Nawari yang kelihatannya langsung shock juga, bagaimana tidak Deny adalah bagian dari teman-teman akrabku, dan setiap aku pulang Jogja aku selalu bertemu untuk sekedar makan malam atau sarapan pagi dengan soto di Galeria atau lontong opor di GSP UGM.

Aku sedikit tidak percaya berita itu, karena pada jam 16.30-an aku SMS Deny yang isinya meminta pertimbangan milis Forestgam akan dijadikan milis Kagamahut, tapi mengapa dari 3 orang yang aku SMS (Deny, Mamat & Uyung) hanya Deny saja yang tidak menjawab, “aku heran” pikirku dalam hati tumben Deny tidak membalas SMS-ku.

Sekitar pukul 18.45 menit aku sampai di kampus dan disana telah santer berita tentang meninggalnya Deny, HPku selalu berdering dan banyak teman-teman yang menanyakan kebenaran berita tersebut, karena memang aku adalah teman seangkatan kuliah yang akrab dan selalu sering bertemu.

*****

Pada Bulan April aku menulis di blog tentang Deny, yang judulnya “To Deny Rusdianto “Awali Semua Dengan Indah”“, alasanku menulis tentang Deny ini karena memang aku merasa sangat terharu atas keputusan Deny untuk mengambil CPNS itu meski jauh di Wakatobi, jujur aku salut atas keteguhan hati Deny waktu itu, walau diawal pengumuman CPNS Dephut Deny sempat ragu untuk berangkat.

Aku kurang tahu apakah sampai dengan tanggal 7 Nopember 2008 kemarin Deny sudah membaca blogku itu, ya semoga saja sudah.

*****

Kembali ke tanggal 7 Nopember 2007 pukul 20.00-an malam, aku sempat panik dan mengumpulkan beberapa teman angkatan 1998 yang bisa dihubungi, sekitar pukul 21.00 sudah kumpul beberapa teman seperti Aprek, Bambang Cpur, Andik Vet, Wicak, Jati, Tony si Tun, Wawan Djum, dan Akhmadi. Dalam pertemuan mendesak itu intinya adalah memastikan kematian Deny dan memonitor adik Deny (Yuda) yang kebetulan juga ada di Jogja. Aku sempat telpon Uyung tolong jaga Yuda dan jangan dikasih tahu sebelum keluarga memberi tahu terlebih dahulu.

Dalam pertemuan singkat itu diambil keputusan bahwa besok pagi pukul 10.00 seluruh angkatan 98 yang mengikuti reuni berkumpul dan beberapa teman bertugas untuk menghubungi satu per satu dan akupun pulang bersama Nawari ke Infront dimana Deny tinggal kalau di Jogja.

*****

Di Infron suasana menjadi hening, yang biasanya ada suara-suara pisuhan sekarang aku mendengar Luluk membacakan Yasin buat Deny dengan disimak beberapa teman yang ada di Infront. Aku hanya duduk termenung diruang dimana Deny biasanya bekerja. Aku sempat diskusi sedikit dengan Uyung apa yang harus dilakukan? dan kapan akan ke Banyuwangi?.

Sampai dengan pukul 00.00 suasana masih hening, si Pras dan Mamat datang ke Infront, diskusi kecilpun terjadi bagaimana besok tentang rencana ke Banyuwangi untuk melayat, dari diskusi itu diputuskan bahwa secepatnya harus berangkat ke Banyuwangi dan tepat pukul 03.00 setelah mendapat kendaraan Uyung, Luluk, Yuda dan Temannnya Deny SMU aku lupa namanya berangkat ke Banyuwangi.

*****

Informasi terakhir yang aku dapatkan bahwa jenasah akan dibawa ke Banyuwangi melalu Kendari – Makasar – Surabaya – Banyuwangi, dan sekitar pukul 10.00 waktu Kendari rencana jenasah diberangkatkan dengan pesawat dan sampai di Surabaya sekitar pukul 14.00 WIB dan selanjutnya dengan menggunakan kendaraan roda empat jenasah dibawa ke Banyuwangi.

SMS dari Uyung pada tanggal 8 Nopember 2008 bawah jenasah baru tiba di Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung dibawa ke Banyuwangi – dan Uyung DKK yang berangkat dari Jogjapun mengiringi jenasah tersebut sampai Banyuwangi.

*****

Hari Minggu tanggal 9 Nopember 2008 pukul 08.00 waktu Jajag Banyuwangi jenasah Deny dikebumikan, aku yang di Jogja sulit untuk membayangkan ketika aku mendapat SMS dari Uyung perihal jam dikebumikannya jenasah Deny, rasanya aku tak percaya ini semua terjadi, tapi sudah terjadi, aku berusaha memnguatkan hatiku yang menangis.

Aku selalu teringat kenangan ketika bersama Deny, candanya, guraunya, keseriusannya, kejujurannya, nasehatnya, pandangannya tentang kehutanan Indonesia dimasa yang akan datang dan masih banyak lagi.

“Den, kamu memang telah pergi meninggalkan kita semua disini, tapi keteladananmu tidak akan pernah pergi dari hatiku”.

“Den, pejamkan matamu dengan sempurna semoga amal ibadahmu diterima Allah SWT, Amin”.
“Selamat jalan teman”.

8 Replies to “Selamat Jalan Temanku Deny Rusdianto”

  1. Ass. Mas, saya sangat kehilangan dengan kepergian Denny. Kebetulan Dennhy juga adik angkatan ketika mengambil kuliah di S2 PLOD UGM. Perjumpaanku dengan Denny tidak begitu lama ketika Reuni S2PLOD. Tapi pembicaraan itu penuh makna sehingga saya merasa perlu untuk sering berkomunikasi dengannya. Denny sempat mengemukakan keinginannya untuk menulis thesis tentang eco budget. Kebetulan saya dan Denny sama2 forester yang ngambil S2 bukan di bidang kehutanan dan ingin melihat sisi kehutanan dari aspek non teknis kehutanan. ….. Terakhir saya berkomunikasi adalah akhir September lalu ketika saya lagi ada acara Lokakarya di Hotel Saphir Jogja. Tidak saya sangka ternyata itulah komunikasi terakhir saya dengan Denny. Selamat jalan Denny, … Mudah2 mudahan mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya. Amiin, …..

  2. Mas Deny tetap hidup di hati kami semua…
    oh..beliau jugalah yang pertama kali mengajari saya internet.

    the second youngest brother of. D. Rusdianto

  3. Temanku, Sobatku, tak kan kulupa kenangan suka dan duka bersamamu. Deny yang penuh semangat, Deny yang penuh loyalitas, Deny yang penuh integritas, Deny yang tak kenal kata menyerah, Deni dengan visi kedepan, Deny penuh dengan ketelatenan, Deny yang lembut, sopan, dan penuh kejujuran…….. Selamat Jalan Sobatku,,,kebaikanmu semua akan menjadi suri tauladan di hati kami….

    Aku mengenal Deny semenjak awal kuliah di Fahutan 98 UGM. Ketika lulus kuliah Deny mengajakku untuk bergabung bekerja di sebuah LSM untuk mencoba mengaktualisasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah untuk mencoba membangun hutan dengan cara yang laen. Suka dan duka di LSM kita hadapi bersama. Deny penuh dengan ketelatenan memberikan motivasi, semangat, bahwa di LSM pun kita bisa berbuat untuk pembangunan hutan kita. Ketika temen-temen di Fahutan /seangkatan telah banyak yang diterima menjadi PNS, kita termotivasi untuk mencoba pindah jalur dari LSM ke dunia birokrasi (PNS). Setelah sama-sama mencoba selama 2 kali test, kita mengalami kegagalan. Deny pantang menyerah, Deny kemudian mengikuti test CPNS yang ketiga kalinya. Alhamdulillah diterima.

    Pada waktu itu dia juga sedang menjalani kuliah S2 di POLOTDA UGM. Deny dengan semangat dan bangga dia akan bekerja sepenuh hati pada negara untuk mengabdikan karyanya. Walaupun ditempatkan di seberang pulau nun jauh disana (di wakatobi), Deny tetap ingin S2 yang sudah ditempuh juga selesai.

    Setelah lama tidak berjumpa (saya harus bekerja di Bogor) dan Deny di Wakatobi, akhirnya kita berjumpa lagi di Bogor. Pada waktu itu Deny di Bogor sedang menjalani Diklat Pra Jabatan di Balai Diklat Kehutanan, Rumpin, Bogor, dimana kantor BDK lokasinya persis di depan kantor saya (RSSNC~KOICA). Kita janjian ketemu untuk ngobrol-ngobrol, membicarakan kenangan masa lalu bekerja bersama di LSM (kita ketemu di ruang Lobi BDK,hari Jumat, tanggal lupa, jam setelah sholat Jumat), kenangan masa-masa sulit, dan aku masih ingat dia begitu semangatnya menceritakan tentang WAKATOBI, menceritakan keunikan tentang TN Wakatobi. Dia bangga dan senang bekerja di TN Wakatobi, sampai-sampai dia menunjukkan foto-foto kegiatan di TN Wakatobi. Saking asyiknya ngobrol,kita lupa bahwa kita masih di jam kantor. Setelah kulihat jam menunjukkan pukul 2.30 WIB. Deny harus masuk ke ruangan kelas, aku harus kembali ke kantor. Hari itu ternyata hari terakhir aku bertemu dengan DENY.

    Selamat Jalan Sobatku, semoga amal ibadah dan kebaikanmu diterima disisi ALLAH SWT, Amin Amin Amin Ya rabbalalamin.

    Sobatmu,
    Andik Vetriawan

  4. aq orang wakatobi asli gugusan ketiga pulau wakatobi (tomia) aku sebenarnya tidak mengenal deni tapi aku tau diorang yang baik dan banyak berjasa terutama buat pemerintah wakatobi. sebenarnya secara tidak sengaja membuka internet untuk mencari pengumuman cpns t.a 2008. setelah beberapa menit kemudian aku menemukan blog ini dari om google langsung aja kubuka ternyata isinya……….sebagai orang wakatobi asli aku sangat terharu, SALUT, BANGGA, DAN TERIMA KASIH buat MAS DENI jauh dari BANYUWANGI mau ditempatkan bertugas di kabupaten yang baru berumur jagung itu. atas kerja kerasnyalah kini wakatobi menjadi tempat jutaan ikan dan biota laut lainnya yg bisa tinggal dengan tenang dibawah sana.

    terima kasi skali lagi buat mas deni semoga semua kerja keras dan dedikasi yang tinggi dan pengabdianya diterima disisi allah swt AMIN………..!!

    Thnks mas, dan salam kenal.

    ESN+

  5. Temanku, Sobatku, tak kan kulupa kenangan suka dan duka bersamamu. Deny yang penuh semangat, Deny yang penuh loyalitas, Deny yang penuh integritas, Deny yang tak kenal kata menyerah, Deni dengan visi kedepan, Deny penuh dengan ketelatenan, Deny yang lembut, sopan, dan penuh kejujuran…….. Selamat Jalan Sobatku,,,kebaikanmu semua akan menjadi suri tauladan di hati kami….

    Aku mengenal Deny semenjak awal kuliah di Fahutan 98 UGM. Ketika lulus kuliah Deny mengajakku untuk bergabung bekerja di sebuah LSM untuk mencoba mengaktualisasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah untuk mencoba membangun hutan dengan cara yang laen. Suka dan duka di LSM kita hadapi bersama. Deny penuh dengan ketelatenan memberikan motivasi, semangat, bahwa di LSM pun kita bisa berbuat untuk pembangunan hutan kita. Ketika temen-temen di Fahutan /seangkatan telah banyak yang diterima menjadi PNS, kita termotivasi untuk mencoba pindah jalur dari LSM ke dunia birokrasi (PNS). Setelah sama-sama mencoba selama 2 kali test, kita mengalami kegagalan. Deny pantang menyerah, Deny kemudian mengikuti test CPNS yang ketiga kalinya. Alhamdulillah diterima.

    Pada waktu itu dia juga sedang menjalani kuliah S2 di POLOTDA UGM. Deny dengan semangat dan bangga dia akan bekerja sepenuh hati pada negara untuk mengabdikan karyanya. Walaupun ditempatkan di seberang pulau nun jauh disana (di wakatobi), Deny tetap ingin S2 yang sudah ditempuh juga selesai.

    Setelah lama tidak berjumpa (saya harus bekerja di Bogor) dan Deny di Wakatobi, akhirnya kita berjumpa lagi di Bogor. Pada waktu itu Deny di Bogor sedang menjalani Diklat Pra Jabatan di Balai Diklat Kehutanan, Rumpin, Bogor, dimana kantor BDK lokasinya persis di depan kantor saya (RSSNC~KOICA). Kita janjian ketemu untuk ngobrol-ngobrol, membicarakan kenangan masa lalu bekerja bersama di LSM (kita ketemu di ruang Lobi BDK,hari Jumat, tanggal lupa, jam setelah sholat Jumat), kenangan masa-masa sulit, dan aku masih ingat dia begitu semangatnya menceritakan tentang WAKATOBI, menceritakan keunikan tentang TN Wakatobi. Dia bangga dan senang bekerja di TN Wakatobi, sampai-sampai dia menunjukkan foto-foto kegiatan di TN Wakatobi. Saking asyiknya ngobrol,kita lupa bahwa kita masih di jam kantor. Setelah kulihat jam menunjukkan pukul 2.30 WIB. Deny harus masuk ke ruangan kelas, aku harus kembali ke kantor. Hari itu ternyata hari terakhir aku bertemu dengan DENY.

    Selamat Jalan Sobatku, semoga amal ibadah dan kebaikanmu diterima disisi ALLAH SWT, Amin Amin Amin Ya rabbalalamin.

    Sobatmu,
    Andik Vetriawan

  6. saya chandra.. saya sempet denger kabar kejadian tersebut justru dari kakak kelas saya yang juga kerja di instansi yang sama dengan Mas Deni.. saya ga tau banyak tentang gemana-gemananya.. yang jelas aku paham betul rasanya ditinggalkan orang terdekat, yang sempet punya kisah sama sekian lama..

    semoga Almarhum diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT.. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *