4 Jam Menjelang Pernikahanku

Setelah berjuang keras akhirnya tiba juga detik-detik pernikahanku, aku tidak bisa cerita apa yang aku rasakan, gelisah, galau, ragu dan semua jadi satu, mungkin rasanya gado-gado. Bahkan tidur siangpun tidak nyeyak sama sekali.

Rasa gado-gado, ya begitulah yang aku rasakan saat ini, kegelisahanku mungkin dikarenakan sampai sakarang keluargaku dari Jogja tidak kunjung datang, terakhir aku sms kakak-ku masih sampai di Kertosono. Ya aku coba menyadari karena memang keadaan Ibu-ku lagi sakit sehingga kendaraan tidak bisa berjalan dengan normal, bahkan kakakku bilang kalau Ibu dan keponakan mutah-mutah di jalan.

Kakakku yang pertama sudah sms minta ijin kalau tidak bisa datang tepat pada saat aku akad nikah, saat ini mungkin baru sampai di Sragen Jawa Tengah dan mungkin baru sampai di Surabaya jam 21.00 malam, padahal akad nikahku dilaksanakan pukul 20.00, “Ya Allah jangan dibuat hatiku gelisah seperti ini”.