Perjalanan Pulang dari Bogor

Surabaya – Perjalanan pulang dari rapat di Bogor kemarin aku dipesankan tiket pesawat dari kantor di Surabaya, aku hanya dikasih nomor PIN yang aku serahkan ke petugas ticketing Madala Air di Bandara Soekarno – Hatta dan kemudian aku dikasih 2 lembar print out yang berisi nama-nama yang dipesankan dari kantor.

Pada print out itu ada 3 nama, yaitu Sofiudin Nurmansyah (namaku sendiri), Muchid, dan Yunli Suprianto (sebenarnya sih Yuli, tapi ketulis Yunli). Aku menyerahkan PIN ke petugas ticketing sekitar pukul 17.00 WIB meski pesawatku jam 20.30 baru take off. Aku bertika duduk-duduk di terminal keberangkatan 1 C mirip seperti orang “mbambung” atau orang yang tidak punya rumah yang jelas.

Menunggu sampai dengan pukul 20.30 aku gunakan hanya untuk ngobrol dan duduk-duduk sampai aku sendiri bete, mana perutku mual-mual lagi. Akhirnya pukul 19.00 WIB aku putuskan untuk boarding pass karena bete juga duduk-duduk diluar terminal.

Baru sadar ketika mau bayar airport tax, he he ternyata naik Rp.10.000,- so sekarang menjadi Rp. 40.000,- per person, padahal minggu kemarin masih Rp. 30.000,-, ada apa ya dinaikkan Rp.10.000,-? apa PT. Angkasa Pura lagi pengen menaikkan pendapatan? he he he.

Setelah bayar akupun langsung naik ke lantai II di gate 1 C, disana aku duduk-duduk sambil lihat fim Way Back Into Love, entah sudah berapa kali film ini aku lihat, tapi aku tetep seneng dan tidak bosan-bosan lihat film ini, intinya cerita dari film tersebut bagus banget (versi ku).

Sekitar pukul 21.10 petugas di gate 1 C menyuruh seluruh penumpang dengan tujuan Surabaya untuk menaiki pesawat, akupun bergegas menuju pesawat, wah ternyata menggunakan pesawat Airbus A320.

Aku masuk pesawat dari pintu belakang, kebetulan nomor tiket ku pada kursi no 26 F ya aku paling deket sama jendela deh. Setelah duduk dan mengunci sabuk pengawan akupun melihat pragawati memperagakan tatacara penerbangan sipil, aku hanya melihat sebentar dan langsung mengambil majalah Mandala Magazine untuk aku baca-baca. Ada berita yang menarik dalam majalah itu yaitu Mandala Air sekarang sudah mengganti pesawat Boeing-nya dengan peawat Airbus A319 dan A320 mulai tahun 2009, dan didalam majalah itu disebutkan bahwa Mandala Air mungkin satu-satunya armada yang keseluruhannya mengguanakan pesawat Airbus di Indonesia (baca: Satu pesawat untuk semua).

Sampai di Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 21.45, badanku terasa capek sekali dan lemes, ingin rasanya istirahat. Sampai di rumah akupun langsung tidur karena memang capek sekali.