“Politik Dagang Sapi” – Hasil Quick Count Tidak Ada Yang Dominan

0 0 vote
Article Rating

Sidoarjo – Menarik apa yang ditulis oleh Mas Bagaswara dalam komentar tulisanku yang berjudul Hasil Sementara Pemilu 2009, yaitu mengenai “Politik Dagang Sapi”, sudah lama aku tidak mendengarkan istilah ini, terakhir aku dengar katika tahun 2004 dimana terjadi koalisi beberapa partai untuk meng-gol-kan SBY-JK, dalam kualisi itu ada Demokrat, Golkar, PAN, PKS, PBB dan masih ada lagi yang aku tidak hafal.

Apa itu politik dagang sapi?

Entah siapa yang memulai istilah ini, tapi begitu aku mendengar dan mencoba memahami ternyata politik dagang sapi itu merupakan cara untuk bagi-bagi kedudukan dalam kabinet, karena seorang presiden dan wakil presiden didukung oleh beberapa partai (singkatnya karena hasil pemilihan tidak cukup untuk maju dengan satu partai).

Selain politik dagang sapi, kelemahan dari sistem kualisi banyak partai adalah kadang orang yang menduduki posisi tertentu dalam kabinet sering tidak sesuai dengan bidangnya, hal ini akhirnya membuat kinerja departemen yang dipimpin kurang maksimal. Harusnya seseorang yang menduduki jabatan dalam kabinet adalah seorang ahli yang benar-benar menguasi bidangnya.

Harusnya kalau hasil perolehan suara Partai Demokrat lebih dari 20% berani mencalonkan SBY tanpa harus kualisi, kalaupun kualisi hanya dengan satu partai saja, itu akan menjadikan pemerintahan lebih baik, meskipun politik dagang sapi masih ada selama kualisi partai ada.

Kalaupun harus ada politik dagang sapi semoga hasil dagangan juga sesuai dengan keahliannya dalam mendapatkan jabatan, bukan asal comot.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
6 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
dewi
dewi
10 April 2009 18:58

Koalisi diperlukan untuk kedepannya, kalo presiden hanya didukung oleh 20% suara di DPR, berarti persentase oposisi lebih dominan, akibatnya setiap kali proyek pemerintah digodok di DPR bisa2 terhambat terus.. gak jalan2 deh pembangunan..

Kualisi sih wajar jika ingin suara di DPR 51%, tapi politik dagang sapinya yang seharusnya dihindari, karena selama ada kualisi politik dagang sapi pasti jalan, walau mereka bilang tidak ada politik dagang sapi, itu aku gak percaya.

Salam kenal,

ESN+

buJaNG
11 April 2009 12:43

Jadi tau apa ntu politik daging sapi, kalau politik daging ayam ada ga ya…? karena saya lebih suka daging ayam….

Itukan cumo istilah bae … blog baru nih ..

asmar
12 April 2009 16:03

Ya, sekarang pasti Demokrat jadi ‘kutub’ koalisi dan menarik minat banyak politisi atau partai ‘oportunis’…. Lihat saja nanti, semua pasti berebut ikut berkuasa, hanya sedikit yang rela jadi oposisi….

terimakasih mas….

Kita lihat aja mas pasti ada partai yang oportunis, aku sudah melihat ada gelagat partai-2 yang oportunis itu.

ESN+

dewi
dewi
20 November 2018 14:28

Koalisi diperlukan untuk kedepannya, kalo presiden hanya didukung oleh 20% suara di DPR, berarti persentase oposisi lebih dominan, akibatnya setiap kali proyek pemerintah digodok di DPR bisa2 terhambat terus.. gak jalan2 deh pembangunan..

Kualisi sih wajar jika ingin suara di DPR 51%, tapi politik dagang sapinya yang seharusnya dihindari, karena selama ada kualisi politik dagang sapi pasti jalan, walau mereka bilang tidak ada politik dagang sapi, itu aku gak percaya.

Salam kenal,

ESN+

buJaNG
20 November 2018 14:28

Jadi tau apa ntu politik daging sapi, kalau politik daging ayam ada ga ya…? karena saya lebih suka daging ayam….

Itukan cumo istilah bae … blog baru nih ..

asmar
20 November 2018 14:28

Ya, sekarang pasti Demokrat jadi ‘kutub’ koalisi dan menarik minat banyak politisi atau partai ‘oportunis’…. Lihat saja nanti, semua pasti berebut ikut berkuasa, hanya sedikit yang rela jadi oposisi….

terimakasih mas….

Kita lihat aja mas pasti ada partai yang oportunis, aku sudah melihat ada gelagat partai-2 yang oportunis itu.

ESN+