Hasil Quick Count Sementara – Caleg Mulai Stress

Sidoarjo – Sudah lama aku mengira-ngira setelah pemilu 9 April 2009 kemarin akan banyak sekali calon legislatif (caleg) yang stress atau bisa-bisa gila. Hari pertama pemilu kemarin aku melihat acara TV ada caleg di Bali yang maninggal karena kecewa tidak mendapat suara, di milis YogyaFree dikabarkan juga ada caleg yang meninggal karena stress tidak ada yang milih.

Temanku yang menjadi caleg No 1 dari Partai Gerindra di Dapil IV Jawa Tengah sekarang lagi harap-harap cemas, meskipun dari hasil quick count perolehan suaranya diatas rata-rata dikit yakni 23 suara tiap TPS padahal untuk menjadi anggota dewan harus 20 suara tiap TPS, tapi sempat kuatir karena perhitungan KPUD belum selesai, ya semoga dia terpilih, amin.

Kembali lagi ke caleg stress, aku melihat mereka yang stress itu karena rata-rata terlalu banyak mengeluarkan dana kampanye dengan harapan bisa kepilih menjadi anggota legistatif dan bisa balik modal, seperti yang ditulis salah satu member di YogyaFree ada caleg yang sampai menghabiskan uang Rp. 700 juta untuk membeli suara dengan cara dibagi-bagiakan kepada orang, gila bener ya … bahkan salah satu partai untuk bisa menjadi caleg nomor urut 1 menghabiskan uang sampai 2.5 – 5 Milyard.

Di Indonesia aku melihat banyak caleg yang tidak bisa menerima kekalahan, harusnya melihat dari banyak partai yang ikut pemilu rasa menerima kekalahan itu harus ditanamkan dari awal, banyak caleg yang terlalu pede sehingga dengan cara apapun ditempuh.

Harusnya KPU membuat aturan bahwa ketika pendaftaran menjadi caleg harus ada tandatangan kontrak bahwa siap kalah. Tapi memang budaya menerima kekalahan di Indonesia ini masih tabu.