Apa Itu Flu Babi (Swine influenza)?

Sidoarjo – Flu babi atau dalam bahasa Inggri-nya Swine Influenza merupakan virus yang belum ditemukan sebelumnya, dan sekarang sedang menjangkiti Meksiko, dari berita terakhir sudah lebih dari 140 orang meninggal akibat virus ini. Duniapun dibuat gempar dengan virus ini, masih melekat diingatan kita bahwa virus flu burung saja masih menjadi momok bagi manusia di bumi ini.

Dalam Wikipedia Indonesia Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus.

Siapa yang paling rentan terkena flu babi?

Menurut beberapa sumber yang aku baca orang yang paling rentan terkena flu babi adalah orang yang bersentuhan langsung dengan babi, meskpun sudah ditemukan juga penularan virus ini dari manusia ke manusia.

Bagaimana gejala terjangkit virus flu babi?

Gejala virus flu babi ini mirip dengan influensa biasa, yaitu diawali dengan demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah serta kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3 tetapi yang banyak ditemukan adalah H1N1.

Virus H1N1 semula hanya babi saja yang terinfeksi, namun karena mutasi virus, yang berubah dari alam dan dapat terinfeksi ke manusia. Yang lebih parah lagi virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari manusia ke manusia.

Bagaimana pencegahan flu babi?

Obat untuk flu bagi sama dengan yang digunakan untuk flu biasa atau flu burung. Tapi beberapa lembaga kesehatan merekomendasikan obat untuk flu babi ini adalah antivirus oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir. Namun, obat tersebut lebih efektif jika diberikan pada tahap awal.

Tindakan yang harus diambil untuk mengurangi risiko tertular flu babi adalah:

  1. Menutupi hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin dan membuangnya ke tempat sampah setelah digunakan.
  2. Mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. Alkohol juga dapat digunakan.
  3. Hindari hubungan dengan orang-orang yang terinfeksi flu.
  4. Jika sakit, harus tetap berada di dalam rumah, tidak pergi ke tempat kerja atau sekolah, agar tidak terinfeksi ke orang lain.
  5. Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut.