Pemilihan Presiden (Pilpres) Mau Pilih Siapa?

Sidoarjo – Aku merasa sudah lama tidak posting tulisan di blog ini, padahal waktu luang banyak tapi malas sekali untuk menulis, semalam sebenarnya sudah menulis banyak di smartphone tapi entah mengapa kok tidak ke-save trus ilang semua deh. Kembali ke judul diatas tentang pemilihan presiden 2009 ini yang rencana akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2009. Pertanyaanya mau pilih siapa? Megawati – Prabowo, SBY – Budiono atau JK – Wiranto?

Berhubung aku tidak punya hak pilih maka aku hanya bisa berkomentar seandainya aku mempunyai hak pilih, tapi sayang sejak pemilihan anggota legislatif kemarin aku tidak mempunyai hak pilih karena tidak terdaftar di DPT.

Beberapa teman di Facebook banyak yang merekomendasikan pilihan tertentu, maulai dari Mega – Pro dengan berbagai alasan yang aku baca, SBY – BERBUDI juga dengan berbagai alasan termasuk alasan almamater karena Boediono merupakan dosan UGM dan aku juga termasuk alumni UGM, serta pasangan JK – WIN.

Memang untuk bisa menentukan pilihan sangat sulit, karena semua membawa program yang berbeda-beda, dan konon merupakan program terbaik semua, mulai dari ekonomi kerakyatan dan masih banyak lagi yang aku sendiri tidak begitu paham, yang aku takutkan hanyalah itu sebagai janji belaka tanpa ada realisasi. Sebagai contoh pemerintah SBY selalu mengemborkan program pendidikan di APBN minimal 20% dari awal kepemimpinannya, kenyataannya apa? untuk bisa mencapai 20% aja sulit.

Seandainya aku bisa memilih, maka aku akan memilih presiden yang :

  1. NKRI harga mati, kira-kira berani enggak perang sama Malaysia seandainya kasus Ambalat terulang lagi.
  2. Membawa perubahan Indonesia menjadi lebih baik.
  3. Programnya mengarah ke kemakmuran rakyat terutama rakyat menengah kebawah, misal harga-harga turun, biaya sekolah terjangkau, membawa ke iklim ekonomi menjadi lebih baik sehingga pengangguran berkurang.
  4. Berani memberantas KKN secara adil tanpa harus pandang bulu.
  5. Berani melakukan negosiasi terhadap hutang-hutan luar negeri dan negosiasi terhadap kerjasama pengelolaan SDH/A yang dilakukan dengan proses nepotisme yang kental.
  6. Berani menurunkan biaya pendidikan sampai ke perguruan tinggi, karena sekarang sudah menjadi rahasia dan persoalan umum bahwa biaya untuk masuk SMU dan Perguruan Tinggi (PT) sangat mahal sekali. Untuk bisa masuk ke universitas termana saja seperti UI, UGM, ITB, IPB saja harus mengeluarkan biaya puluhan bahkan sampai ratusan juta rupiah, masak pendidikan saja dijadikan bisnis kapitalis, sangat menyedihkan untuk yang satu ini.

Mungkin jika aku mempunyai hak pilih maka aku akan memilih presiden yang minimal memiliki program diatas yang aku sebutkan, tapi sayang untuk pemilu kali ini aku hanya bisa menjadi pengamat saja dan hanya bisa berkomentar serta menerima siapapun presiden terpilih nantinya.

avatar
  Subscribe  
Notify of