Suara Takbir Menyambut Idul Fitri 1430 H

Sidoarjo – Lebaran ini (1430 H) memang lebaran yang luar biasa bagi ku, karena pada lebaran kali ini aku tidak bisa pulang ke Jogja untuk lebaran bersama keluarga di Jogja, dan lebaran kali ini adalah lebaran pertamaku bersama istri di Sidoarjo Jawa Timur.

Sambil menunggu pengumuman Menteri Agama tentang jatuhnya 1 Syawal 1430 H pada tanggal 20 atau 21 September aku coba menulis di blog tentang suasana menyabut lebaran di Sidoarjo tepatnya di Sedati.

Suara takbir sudah aku dengan sayup-sayup, kalau lebaran tahun lalu suara takbir ini aku dengar di Jogja tapi kali ini aku mendengarkannya di Sedati. Aku melihat jalanan di Sedati juga masih ramai dan mungkin banyak warga Sedati yang tidak mudik sehingga jalanan tetap saja banyak orang.

Suara kembang api/mercon banyak aku dengar dengan suara yang kurang begitu keras sampai keras sekali, mulai magrib tadi sampai sekarang hampir setiap menit aku mendengarkan ledakan kembang api/mercon itu. Katanya dilarang tapi kok ya masih ada ya?…

SMS dari teman-teman, senior-senior tentang ucapan selamat Idul Fitri mulai berdatang di handphone ku, banyak sekali SMS yang masuk mungkin hampir 100-an sms dari kemarin. Pesan di FB juga lumayan banyak hampir semua teman yang ada FB mengucapkan selama Idul Fitri di wall-nya.

Biarpun lebaran kali ini aku tidak bisa berkumpul bersama keluargaku tapi aku bangga karena aku harus menjaga istriku yang sedang hamil 8 bulan dan memang sangat beresiko kalau dibawa mudik ke Jogja, setelah di pikir-pikir memang lebih baik aku lebaran di Sedati sambil mengamati perkembangan kehamilan istriku.