Dimanakah Beliau-Beliau Kini?

Sidoarjo – Perjalanan panjang hidupku memang tidak pernah terlepas dari bantuan dari orang-orang yang ada disekitarku, mulai dari guru, teman, dan saudara-saudaraku. Ada beberapa orang yang dulu pernah membantuku dan membimbingku, tapi sekarang aku tidak bisa menghubungi beliau lagi.

Ibu Jusniar

Bu Jus (Yus, red) begitu kami murid-muridnya memanggil, beliau adalah guru sejarah di SMP N 2 Singkut, beliau sangat baik kepadaku walau kadang-kadang (sering juga ding) juga galak kepada ku, pukulan penggaris/busur besar yang terbuat dari papan triplek menjadi santapan tiap mata pelajarannya, karena aku tidak bisa menjawab pertanyaan tentang mata pelajaran Sejarah, tapi pukulan itu tidak membuatku menjadi takut terhadap Bu Jus, beliau sering memberi wejangan dengan gaya Padangnya kepadaku.

Bu Jus jugalah yang mengajari aku menari waktu SMP, aku dan teman-teman di-gembleng belajar menari Payung (Tari Payung asal Padang Sumbar) untuk mengikuti lomba tingkat SMP di kabupaten, aku masih inggat dulu team menari itu adalah aku, Imam Fauzi, Didik Ekhwan P (Alm), Ida Fitri Astuti, Euis Kusmalasari dan Intan (kakak kelas), aku masih ingat liriknya seperti ini.

   berbendi-bendi
   kesungai layang petang
   aduh hai sayang singgahlah memetik
   singgahlah memetik bunga rembulan
   ......

Tapi sekarang aku kurang tahu dimana beliau berada, terakhir aku mendengar kabar bahwa beliau pindah ke salah satu SMP di Sumatera Barat dan aku tidak tahu di SMP mana beliau sekarang mengajar (bu jus end).

Ibu Susiwati

Ibu Susi, begitu kami murid-muridnya memanggil di SMU N 1 Pelawan Singkut, Bu Susi adalah guru yang paling pokoknya, paling galak iya, paling pintar iya dan paling cakep iya (peace bu), Bu Susi adalah guru Kimia, beliau sangat pintar sekali, dari gaya mengajarnya beliau masuk kelas selalu tidak pernah membawa buku, beliau juga mengajar dengan cara memahami alur pikir suatu persoalan, sehingga mudah sekali aku memahami.

Sayang beliau harus keluar dari sekolah (meski sudah PNS) karena ada masalah dengan Bastian (murid III/IPS 2), aku secara pribadi sudah mencoba untuk menahan agar beliau tidak meninggalkan kami semua, tapi niat beliau untuk keluar dari sekolah dan pulang ke Jakarta sudah bulat, jujur aku sedih sekali waktu itu. Aku banyak dikasih buku-buku Kimia dan beliau berpesan agar aku belajar sungguh-sungguh.

Pada tahun 2000 sepulang dari Praktek Umum Jawa (PU Jawa) di Taman Nasional Gede Pangrango aku sempat mampir di rumah beliau di daerah Beji Depok Bogor, tapi aku lupa dimana alamat rumahnya, waktu itu catatan alamatnya hilang sehingga aku tidak bisa berkomunikasi lagi dengan beliau.

Waktu aku bertemu beliau di Beji dan aku bercerita kalau aku kuliah di UGM beliau terlihat sangat bangga, meski aku hanya kuliah di Fakultas Kehutanan, aku juga bercerita kalau sebenarnya aku ingin kuliah di Jurusan Teknik Nuklir tapi ibu di Jambi tidak setuju.

Yang masih aku ingat Bu Susi waktu itu memiliki anak 2 (dulu) dan suaminya adalah Bapak Darussalam salah satu guru di SMU Al Azhar di Jakarta dan aku tidak tahu SMU Al Azhar mana di Jakarta (bu susi end).

Bang Udin

Bang Udin begitu aku memanggilnya (karena aku lupa namanya kalau tidak salah namanya adalah Syafruddin), waktu aku kenal ditahun 2001-2002 beliau adalah Mahasiswa Jurusan Pertanian Pascasarjana UGM, aku masih ingat waktu itu thesisnya tentang minyak astiri. Bang Udin adalah dosen di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Aceh selain menjadi dosen Bang Udin juga menjadi penyiar radio di Banda Aceh (kalau tidak salah dia mengisi acara tentang remaja), dari Bang Udin inilah aku banyak belajar hidup, banyak saran yang diberikan ke aku termasuk bagaimana agar aku mampu bertahan di Jogja dengan fasilitas yang minim.

Selepas Bang Udin lulus S2 aku sempat tidak mendapat kontak, bahkan kabarnya sekarang bagaimana aku tidak tahu, apakah Bang Udin juga menjadi korban tsunami Aceh dulu, aku juga tidak tahu.

Kalau aku melihat daftar dosen di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala maka masih ada nama Syafruddin, SP, M.P. (NIP. 132170618), tapi aku masih ragu benarkah itu Bang Udin yang aku maksud? Sampai dengan sekarang aku masih mencari alamat kontak Bang Udin karena aku ingin sekali menghubunginya (bang udin end).

Semoga suatu saat aku bisa bertemu dengan beliau-beliau diatas yang telah banyak memberi inspirasi dalam hidupku, kalau ada para pembaca yang mengenal please kasih tahu aku.

avatar
4 Comment threads
8 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
6 Comment authors
Sofiudin NurmansyahsyafruddinandisyafruddinSofiudin Nurmansyah Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest
Notify of
andi
Guest
andi

halo, gak sengaja baca blog ini. Kebetulan kemarin kenal pertama kali dengan bang Udin, dan menjadi teman seperjalanan dari Indonesia, beliau ke Austria dan saya ke Belanda. Bang Udin sekarang sedang menyelesaikan S3-nya di vienna.

andi
Guest
andi

halo, gak sengaja baca blog ini. Kebetulan kemarin kenal pertama kali dengan bang Udin, dan menjadi teman seperjalanan dari Indonesia, beliau ke Austria dan saya ke Belanda. Bang Udin sekarang sedang menyelesaikan S3-nya di vienna.

syafruddin
Guest
syafruddin

adekkk…..
senang bisa ketemu lagi
ma kasih am andy yang udah mempertemukan kita
abang janji abis s3 ke jogya n kita reunian ya dekkk
nggak bisa ngomong apa2 lagi nichh
terharuu

syafruddin
Guest
syafruddin

adekkk…..
senang bisa ketemu lagi
ma kasih am andy yang udah mempertemukan kita
abang janji abis s3 ke jogya n kita reunian ya dekkk
nggak bisa ngomong apa2 lagi nichh
terharuu