Perencekan, Tidak Benar Tapi Mau Apa?

0 0 vote
Article Rating

Temayang – Beberapa waktu yang lalu ketika perjalanan menuju Temayang dari Nganjuk aku melihat sepeda motor sedang membawa rencekan (kayu kering/basah di hutan yang digunakan kayu bakar oleh masyarat) dan sempat aku abadikan dengan kamera HP, dan disepanjang jalur Bojonegoro – Nganjuk akan sangat banyak dijumpai kendaraan baik sepeda motor maupun sepada onthel memuat kayu rencekan tersebut.

Dari hasil cerita yang aku dengar memang ini sudah merupakan budaya dari masyarakat sekitar, aku tidak bisa menyebutkan apakah mereka masyarakat desa sekitar hutan atau tidak karena aku belum memiliki data tentang masyarakat mana saja yang mengambil rencek tersebut. Untuk Bojonegoro kayu-kayu rencekan tersebut dibawa ke Bojonegoro dan juta Tuban, aku juga kurang paham peruntukannya.

perencekan

Kalau dihitung setiap harinya ratusan sepeda yang membawa rencek tersebut, padahal pengambilan rencek sebenarnya dilarang karena dapat merusak hutan, tapi berhubung kegiatan tesebut sudah terjadi secara turun-temurun maka hal ini sangat sulit dilakukan pemberantasan. Informasi yang saya dapat bahwa renek satu sepeda motor itu hanya dihargai Rp. 25.000 – 30.000 saja, bisa dibayangkan berapa uang yang akan didapat jika dalam sehari bisa sampai ratusan sepeda/sepeda motor yang mencari rencek.

Sosialisasi terhadap masyarakat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan hutan memang masih sangat rendah, hal ini terlihat bahwa mereka masih banyak melakukan pelanggaran dalam kawasan hutan seperti perencekan, pengembalaan, pembibrikan, atau bahkan masih ada yang melakukan pencurian pohon, perburuan hewan-hewan yang dilindungi. Padahal mereka sebenarnya memahami bahwa kegiatan yang mereka lakukan adalah salah, akan tetapi mereka banyak ‘nyaminnya’ dibandingkan berbuat benarnya.

Kerja keras buatku dan jajaran Perhutani tentunya, PR lama yang terlambat mengerjakan.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
8 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Mada 'cHe' Yuwono
Mada 'cHe' Yuwono
19 February 2010 21:35

rencek emang rada sulit mas di hapus cz selagi ada permintan pasti ada penawaran,,,,,sekedar tukar pengalaman di tempetku awalnya agak semrawut juga tapi setelah telusur punya telusur (sengaja ku pelajari hampir 3-6 bulan) aku memutuskan buat melakukan tertib lewat 2 cara : (1) cari pengepulnya besarnya dan kasih masukan, batasan serta pembinaan (2) tertibkan di dalam dengan regulasi ekstra serta punishment yang terukur. Yah alhamdulillah rencek bisa termonitor dengan baik (ukuran tertib dan target2 produksi lebih maksimal), jajaran ga macem2 alias fokus kerja menghadapi target. salah satu kunci manajemen jajaran adalah GCG,,,keterbukaan salah satunya. Buktikan sekali saja kalo kita ga… Read more »

Ramona
Ramona
20 May 2010 08:35

Memicu terjadinya banjir dan longsor aja.. 10 tahun lagi masih ada g' kayu yang mo ditebang?
Menyedihkan.. T_T

< a href=”http://blog.unand.ac.id/ramonaaerob”> ramonesblog

Ramona
Ramona
20 November 2018 14:14

Memicu terjadinya banjir dan longsor aja.. 10 tahun lagi masih ada g&#039 kayu yang mo ditebang?Menyedihkan.. T_T< a href=”http://blog.unand.ac.id/ramonaaerob”> ramonesblog

Mada 'cHe' Yuw
Mada 'cHe' Yuw
20 November 2018 14:14

rencek emang rada sulit mas di hapus cz selagi ada permintan pasti ada penawaran,,,,,sekedar tukar pengalaman di tempetku awalnya agak semrawut juga tapi setelah telusur punya telusur (sengaja ku pelajari hampir 3-6 bulan) aku memutuskan buat melakukan tertib lewat 2 cara : (1) cari pengepulnya besarnya dan kasih masukan, batasan serta pembinaan (2) tertibkan di dalam dengan regulasi ekstra serta punishment yang terukur. Yah alhamdulillah rencek bisa termonitor dengan baik (ukuran tertib dan target2 produksi lebih maksimal), jajaran ga macem2 alias fokus kerja menghadapi target. salah satu kunci manajemen jajaran adalah GCG,,,keterbukaan salah satunya. Buktikan sekali saja kalo kita ga… Read more »