Pak Tua Asal Wedangan, Kasihan Tapi Menyebalkan!

Temayang – Mungkin judulnya terlalu sulit dipahami, mengapa harus “kasihan” tapi juga mengapa harus “menyebalkan“. Tulisanku kali ini tentang pencuri kayu yang tertangkap oleh Team Buser di RPH Sekonang tadi pagi (18/2/2010), bagaimana tidak merasakan kasihan karena yang tertangkap adalah bapak-bapak yang sudah berumur (red 50 tahun) tapi sangat menyebalkan dengan apa yang mereka lakukan di kawasan hutan, mereka menebang semaunya tanpa mau menjaga hutan.

Aku lupa menanyakan namanya, tapi yang aku ingat berasal dari Dukuh Wedangan, Sekonang, Temayang, Bojonegoro, akupun nyiris dibuatnya, aku membayangkan jika yang tertangkap adalah bagian dari keluargaku pasti aku akan marah yang sangat mendalam, tapi aku harus berani mengambil kebijakan untuk membawanya ke kantor polisi karena memang perbuatan yang dilakukannya adalah merusakan kawasan hutan yang berada diwilayahku.

Kasus pencurian pohon memang sering terjadi, aku kurang paham siapa yang salah dengan masalah ini, dilain pihak jajaran yang ada dibawahku sudah melakukan pendekatan secara personal dengan tetep mengijinkan mereka melakukan penggarapan lahan meski sebenarnya dilarang oleh aturan perusahaan, tapi dilain sisi mereka masih tetap saja melakukan pencurian di hutan.

Program PHBM sebenarnya sudah dilaksanakan tapi karena sharing yang didapatkan sangat lama (petak pangkuan merupakan tanaman Jati yang memiliki daur paling cepat 20 tahun dan rata-rata 80 tahunan) sehingga peran LMDH masih sangat minim. Aku sedang memikirkan bagaimana caranya agar masyarakat dapat tetap memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus mencuri pohon dihutan, penanaman PLDT juga tidak diminati. Beberapa minggu yang lalu aku pernah melakukan penghadangan pada pengambil rencek dan ketika aku tanya memang mereka lebih suka mengambil rencek dibandingkan dengan bercocok tanam, pusing aku dibuatnya …

Masalah memang komplek …

Kembali lagi ke masalah pelaku pencurian pohon yang tertangkap tadi pagi, dengan terpasksa aku serahkan ke Polsek Temayang agar diproses dengan harapan ada efek jera terhadap masyarakat, meski aku sadar ini bukan jalan terbaik, pendekatan secara personal adalah hal yang terbaik, tapi ini butuh waktu yang lama, tentunya peran para pihak (muspika) juga harus memiliki peran sehingga sinergi antar lembaga dapat tercapai.

Untuk masyarakat Dukuh Wedangan mohon maaf sekali karena harus memasukkan salah satu warganya kedalam tahanan, ini semua dilakukan karena memang jalan terbaik dari yang kurang baik yang bisa dilakukan sebagai penanggungjawab wilayah di BKPH Temayang.