Tawuran Membuktikan Rendahnya Moral & Etika

Temayang – Pagi ini (2 Maret 2010) aku melihat berita di TVONE tentang tawuran antar sporter sepak bola di Bogor dan Manukwari serta tawuran yang terjadi di Fakultas Ekonomi Universitas Patimura. Tawuran ini terjadi karena masih rendahnya moral dan etika baik itu sebagai sporter maupun sebagai mahasiswa yang katanya ‘orang berilmu‘ (tinjukkan ilmumu).

Tawuran yang merugikan dan merendahkan diri sendiri itu terjadi karena memang belum adanya sifat kedewasaan pada mereka yang tawuran, entah itu pelajar, sporter maupun mahasiswa. Seharusnya mereka bisa berfikir dan mengedepankan moral dan etika sehingga tawuran yang merugikan itu tidak terjadi.

Apalagi kalau tawuran itu dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa, sangat sedih sekali aku melihatnya, hanya karena alasan yang sulit untuk diterima akal sehingga harus terjadi tawuran dan dapat merugikan jutaan rupiah.

Apa sih yang bisa dibanggakan dari tawuran?

Tentunya baik yang menang maupun yang kalah kalau menurutku tidak ada yang bisa dibanggakan, menurutku terjadinya tawuran itu tentunya merendahkan para pelaku dari tawuran itu sendiri baik dari moral maupun etika, semoga sudah tidak pernah terjadi tawuran lagi, Amin.