Seandainya Aku Tau Kita Berjodoh

Pas asik2 cari file ternyata nemu tulisan ini dan aku lupa kapan menulisnya, seingatku sih sekitar pertengahan 2008

Seandainya aku tau kita berjodoh, mungkin aku nggak akan pernah ragu dengan semua harapanku.seandaianya ku bisa mencipatkan nasib mungkin aku ngga akan selalu bertanya tanya dalam hati, mungkinkan semua itu terjadi. Dan seandainya aku tau kita memang ditakdirkan bersama mungkin akan aku berikan seluruh hatiku sejak saat ini juga. Kadang aku lelah dengan seribu pertanyaan dalam hati, lelah dengan pencarianku tentang sebuah hati.

Dalam hatiku aku ingin memeberikan semua ini untuk seorang yang terbaik. Aku ingin menyerahkan semua yang aku miliki untuk seorang yang aku yakini mencintaiku. Masih haruskah aku mempercayai cinta??? Apakah berjodoh berarti memiliki cinta. Aku bahkan ngga berani berharap. Walaupun sebagian hatiku yang lain ketakutan menerima kenyataan ini seandainya memang itu adanya. Dan apakah cinta berarti juga harus memiliki. Masihkan ada kesempatan aku bisa memiliki kesempurnaan itu , dicintai dimiliki dan dilindungi … ???

Kadang aku menguatkan hati, untuk cukup berbahagia menjadi bagian penting dalam hidupmu. Menjadi cerita dalam keseharianmu. Menjadi mimpi dalam tidurmu, menjadi bidadari dalam benakmu dan menjadi malaikat di hatimu, atau mungkin semua ini hanya menjadi sekedar angan-angan buatku.

Walaupun sering kudengar ucapan …

Tak ada yang bisa membendung perasaan , bahkan jarak dan waktu bukan halangan …
Apalah artinya jarak terbentang oleh padang gurun gunung dan lautan …
Apalah artinya detik detik penatian yang tak terhitung …
Apalah artinya semua pengorbanan …
Walaupun mungkin itu hanya ada di dongeng-dongeng cinta masa lalu …