Kenapa Aku Ganti No HP

Bojonegoro – Sudah 2 bulan ini aku ganti no hp, dan setelah teman-teman yang ada di phonebook aku kasih tahu kalau nomorku ganti banyak yang sms/telpon dan menanyakan kenapa ganti nomor hp. Meskipun didalam hati kadang aku jawab “suka-suka aku” tapi aku mencoba menjelaskan dengan bijak dan santun, “gayane …”.

Aku memang menggunakan nomor telkomsel lama sudah sejak tahun 2006, bersamaan dengan penempatan kerja di Surabaya, maklum dulu nomorku adalah XL, berhubung rekan kerja mulai dari bos, teman-teman menggunakan Telkomsel akhirnya aku juga memilih telkomsel, pada saat itu ada pameran nomor telkomsel di lantai dasar kantor Gentengkali dan akupun tertarik dengan 1 nomor dari sekian banyak nomor yang di pajang. Sejak saat itulah aku menggunakan nomor telkomsel yaitu hallo hybrid.

Beberapa tahun berlalu aku menggunakan hallo hybrid tanpa ada permasalahan, penggunaan perbulan sekitar 100 ribu – 200 ribu dengan bonus 100 sms setiap bulannya. Tapi sejak aku menjadi Kasi PSDH pengeluaranku untuk biaya HP sangat luar biasa, rata-rata 350 ribu up. Maklum aku kadang bisa sms sampai 200 sms/hari karena memang tuntutan pekerjaan.

Setelah baca-baca di kaskus, akhirnya aku menemukan nomor simpati dan as yang bagus dan sejak itulah aku memiliki niat untuk menganti nomor dan benar dengan menganti nomor ke simpati dan as pengeluaran untuk pulsa bisa menjadi 50%.

avatar
  Subscribe  
Notify of