CINTA YANG HILANG

Cerita saat kuliah dulu hehehehe. Aku lupa alasanku bersama dia, sampai-sampai aku terjebak bersamanya. OMG… kata orang sekarang, hahahaha … sebegitu banyak-kah pikiranku sehingga aku tak bisa lagi mengingatnya? Dan ternyata memang tidakk bisa. Satu yang jelas, yaitu dia pernah menawarkan sebuah permen fox padaku saat praktikum Fisika Dasar bersama dan pada saat itu aku belum mencintainya. Kalimat yang tepat adalah aku pernah menyukainya, bahkan menyayanginya. Kalau cinta, eits! Nanti dulu bung! Aku tak gampang jatuh cinta. Yoi! Pasti! Percaya deh!

Merasakan jatuh cinta, hmmm… Cuma satu kali, asli! Yakin seyakin-yakinnya. Aku ingat pertama aku berkenalan dengannya. Tangan kami saling berjabatan dan mata kami saling berpandangan, dia menyebut namanya “DAUN” dan aku menjawab namaku dengan “RANTING” tapi bukan saat itu aku mencintainya, sungguh aku tidak boong … Tapi pada saat aku mengenalnya lebih dekat, ketika kita sering bertemu di Gedung Kuliah Umum. Aku mencintainya karena perlakuannya padaku. Pada satu malam, saat dia meneleponku, dia memutarkan sebuah lagu. Lagu yang aku suka dan dia juga menyukainya. Di telepon kami selalu bersenda gurau, membicarakan segala hal sampai berjam-jam, mumpung ada promosi gratisan dari salah satu operator seluler pada saat itu.

Pada malam minggu aku tidak pernah apel karena dia selalu pulang di kota kelahirannya, waktu aku ngapel kekosannya, aku jarang sekali membawa bingkisan, begitupun hari-hari selanjutnya, sesekali aku membawa rokok yang dia minta …, tapi setiap kali aku akan pamitan pulang apel, aku selalu bisikan “I LOVE U” disamping telinganya dan kukecup mesra pipi dan bibirnya dan itu hampir terjadi disetiap aku apel, disitulah aku mulai merasakan ada rasa cinta yang mendalam. Jujur aku merindukannya. And you know what?? ….

Dia pernah memberiku selembar kertas yang masih aku simpan sampai sekarang, kertas bertuliskan pensil yang dia berikan di Gedung Pusat disuatu sore, taukah apa yang dia tulis? “aku mencintaimu tapi aku tidak bisa memilih”, goblik tau gak, kenapa ini harus terjadi, tapi cinta ya tetaplah cinta.

Begitu ada lagu PADI yang menceritakan kasih tak sampai, setiap aku mendengar lagu ini aku selalu terbayang akan wajahnya, begitu pula lagu Wali yang berjudul DIK yang membuat aku teringat dia. Syukurnya tidak melebihi ingatku pada Allah. Meski aku sudah memohon untuk dapat melupakannya dari pikiran dan hati ini, mungkin karena aku yang bersikeras untuk tidak melupakannya. Begitu?? ha ha ha hanya Allah dan aku yang tahu.

Pada kenyataannya aku masih berhubungan baik dengannya. Sayang, dia tetap menjadi orang yang tertutup tapi tetap aku rasakan kasih sayangnya padaku. Dia tetap tidak mau berjuang demi aku. Dan pada satu titik, aku sadar bahwa cintanya tidak sebesar cintaku padanya. Dan jodohku, bukan dia. Seandainya kami berjodoh seperti yang dia pernah ucapkan padaku, “Jika kita tidak berjodoh di dunia, mungkin kita berjodoh di akhirat.” *Gubrak*

Pertama mendengarnya, termehek-mehek, tapi sekarang mengingatnya membuatku… tertegun, merasa bodoh, merasa eneg, mual kepingin muntah. Ya mungkin juga dia benar-benar tulus mengatakannya padaku. Tapi tetap saja, cintanya tidak sebesar cintaku padanya, titik.

Sekarang aku berharap dia bisa menjadi teman baik bagiku, tapi mungkin dia tidak berpikir hal yang sama denganku. Sejujurnya aku kehilangan dia, aku sangat merindukannya sebagai teman baikku, teman curhatku, teman yang selalu menghiasi lamunanku seperti masa-masa lalu. Dengan bercerita padanya aku merasakan sebagian bebanku terangkat dan menjadi ringan. Hanya padanya aku bisa terbuka dengan baik pada waktu itu. Tapi apa iya, dia bisa mendengarkan ceritaku dengan hati tanpa luka, tanpa merasa tidak enak? Sekali lagi hanya dia dan Allah yang tahu isi hatinya. Karena dia selalu menjadi misteri bagiku.

Keinginan untuk bertemu, pasti ada. Keraguan, pasti ada. Kuhilangkan segala keinginan bertemu lagi, toh aku tidak mungkin jatuh cinta kedua kalinya. Aku yakin dia sudah buncit berkali-kali, sudah tua dan kirut, sudah tidak semenarik zaman dahulu kala ketika kita masih kuliah hahahahaha. Jadi semoga Allah tidak mempertemukan aku dengannya karena waktu sudah berputar. Cintaku sudah hilang. Bahkan sampai sekarang aku belum pernah merasakan mencintai wanita mana pun seperti aku mencintai dia, OMG … gedubrak!!

RANTING.

avatar
  Subscribe  
Notify of