Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox

Sedati – Satu minggu terakhir ini heboh dengan berita penyakit cacar monyet atau monkeypox yang ada di Singapura, dan pemerintah Singapurapun telah menyampaikan bahwa beberapa warga negaranya ada yang terkena penyakit cacar monyet.  Virus tersebut terbawa oleh seorang warga Nigeria yang berkunjung ke Singapura pada 28 April 2019 dan ia terbukti positif mengidap cacar monyet pada 8 Mei.

Apa itu Cacar Monyet atau Monkeypox?

Cacar monyet merupakan penyakit zoonotic atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya, artinya penyakit ini sebenarnya penyakit yang berasal dari hewan dan menular ke manusia.

Bagaimana bisa menular ke manusia?

Virus cacar ini kebanyakan ditransmisikan ke manusia melalui berbagai jenis satwa liar seperti primata (monyet), rodents, tetapi penyebaran dari manusia ke manusia masih sangat terbatas. Dari beberapa sumber penularan cacar monyet terjadi melalui tiga cara:

  1. Kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, kulit dan cutaneus lesion dari satwa yang terinfeksi atau melalui orang yang berhubungan langsung dengan monyet.
  2. Makan bushmeat atau daging dari satwa terinfeksi yang tidak dimasak dengan baik.
  3. Kontak langsung dengan penderita yang terkena pada saluean pernafasan, kulit yang mengandung cairan cacar atau cairan lain dari pasien.

Bagaimana cara pencegahannya?

Cara pencegahan agar tidak tertular cacar monyet adalah sebagai beriku :

  1. Menghindari kontak dengan tikus dan primata terinfeksi, serta membatasi paparan langsung terhadap darah dan daging yang tidak dimasak dengan baik.
  2. Membatasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi harus dihindari.
  3. Memakai sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya yang sesuai saat menangani hewan yang terinfeksi atau merawat orang sakit.
  4. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Gejala terkena cacar monyet?

Dikutip dari World Health Organization (WHO) via Kementerian Kesehatan, gejala cacar monyet baru timbul 14 hingga 21 hari sejak pertama kali terinfeksi virus. Sebelum gejala muncul, cacar monyet biasanya diawali dengan periode inkubasi selama enam sampai 16 hari.

Penderita akan mengalami demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, dan kekurangan energi selama lima hari. Ruam mulai muncul dari wajah hingga menyebar ke seluruh tubuh penderita setelah terjadi demam selama satu hingga tiga hari.

Periode tersebut dinamakan periode erupsi kulit. Dalam kurun waktu 10 hari, luka berevolsi menjadi lepuhan berisi cairan, bintil, dan akhirnya kerak. Untuk mengilangkan kerak bekas cacar ini setidaknya membutuhkan waktu tiga minggu.

Bagaimana dengan di Indonesia

Indonesia harus lebih berhati-hati dengan kejadian di Singapura ini, mengingat Singapura adalah negara tetangga dan Indonesia memiliki beberapa pintu masuk langsung dari Singapura baik laut maupun udara. Beberapa bandara dan pelabuhan informasinya juga sudah mulai memeriksa suhu tubuh penumpang yang akan memasuki Indonesia, ini merupakan langkah antisipasi yang tepat dan jika perlu semua penumpang yang datang dari negara yang telah terindikasi infeksi harus diperiksa secara ekstra.

Hal ini agar tidak kecolongan seperti virus flue burung beberapa tahun lalu yang sempat masuk ke Indonesia dengan memakan korban jiwa.

Semoga pemerintah lebih sigap dalam hal ini agar korban di Indonesia tidak asa, Amin.

Ditulis dari beberapa sumber.